News

Ibu Korban Pelecehan Anak di Bantul Ungkap Kronologi dan Tuntut Keadilan Lewat Medsos

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, menjadi sorotan publik setelah ibu korban, Uchi Monika, membagikan kisahnya melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (8/7/2025). Unggahan tersebut sontak menjadi viral dan mengundang simpati serta desakan untuk penegakan hukum. Dalam unggahannya, Uchi Monika menceritakan dengan pilu pengalaman putrinya yang menjadi korban dugaan pelecehan oleh seorang pria dewasa. Ia menuntut keadilan agar pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku dan demi keamanan anak-anak di desanya. “Saya berharap kasus ini ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku agar pelaku tidak mengulangi kejadian serupa dan tentunya anak-anak di desa kami merasa aman saat bermain,” tulis Uchi. Kronologi Dugaan Pelecehan dan Respons Mengejutkan Terduga Pelaku Menurut keterangan Uchi, insiden memilukan ini terjadi saat putrinya sedang mengikuti kegiatan buka puasa dan salat magrib berjamaah di masjid. Setelah diduga dilecehkan oleh pelaku, korban langsung bergegas pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya. “Dengan muka pucat dan tergesa-gesa anak kami langsung pulang dan melaporkan kepada saya. Betapa hancurnya hati ini Ya Allah mendengar cerita yang disampaikan ananda,” ungkap Uchi, menggambarkan betapa terpukulnya ia mendengar pengakuan sang putri. Tak tinggal diam, Uchi Monika segera mencari tahu identitas terduga pelaku dan melaporkan kasus ini kepada Ketua RT setempat. Pertemuan antara orang tua korban dan terduga pelaku pun difasilitasi oleh Ketua RT untuk mencari titik terang. Namun, respons dari pria yang tidak disebutkan identitasnya itu justru mengejutkan. Terduga pelaku tidak hanya menolak tuduhan, melainkan juga merasa dijebak. Uchi Monika menambahkan bahwa terduga pelaku diduga pernah melakukan perbuatan serupa kepada anak perempuan lain sebelumnya. “Padahal oknum ini pernah melakukan hal serupa sebelumnya oleh anak perempuan lain, namun kemungkinan keluarganya tidak melaporkan ke pihak berwenang,” tambahnya. Penanganan Kasus dan Harapan Keadilan Saat ini, kasus dugaan pelecehan anak ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Bantul untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, perangkat desa dan takmir masjid juga berencana akan melakukan sidang untuk membahas perkara tersebut. Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan anak dan respons cepat dari keluarga serta lingkungan sekitar dalam menghadapi tindak kekerasan seksual. Publik menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum agar keadilan dapat ditegakkan dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.