radio persatuan

News

Nelayan Gunungkidul Waspada: Gelombang Tinggi Rusak Sejumlah Kapal

Radio Persatuan – Gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (6/8) dini hari mengakibatkan beberapa kapal nelayan mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi setelah gelombang pasang menerjang sejumlah pantai sejak Selasa (5/8) malam. Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, satu kapal di Pantai Ngandong pecah akibat terjangan ombak. “Satu kapal yang pecah ini belum sempat dinaikkan ke daratan,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Beruntung, para nelayan segera bergerak cepat untuk mengevakuasi kapal-kapal mereka sehingga kerusakan tidak meluas. Di Pantai Baron, dampaknya lebih parah. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, melaporkan lima kapal nelayan terbalik. “Lima kapal nelayan hanyut terseret arus ke selatan dan terbalik karena tali pengikatnya putus,” jelasnya. Tiga kapal berhasil dievakuasi oleh nelayan dan personel Satlinmas, sementara dua lainnya masih tenggelam. Marjono mengimbau agar para nelayan di kawasan Gunungkidul selalu berhati-hati dan tidak memaksakan diri melaut jika gelombang masih tinggi. Sejumlah pantai yang terdampak gelombang tinggi ini meliputi Pantai Baron, Sundak, Ngandong, dan Siung. Gelombang tinggi ini merupakan siklus cuaca tahunan yang biasa terjadi.

News

Warga Tangkap Pencuri Kotak Infak Mushola di Sleman, Pelaku Sempat Kabur

Radio Persatuan – Seorang pemuda berinisial TNTG (20), warga Margorejo, Tempel, Sleman, ditangkap warga setelah diduga mencuri kotak infak di Mushola Al Huda, Gundengan Lor, Margorejo. Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/8/2025) malam dan kini pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Kejadian bermula saat seorang warga, GMD (24), mendapat telepon dari tantenya yang curiga melihat pintu belakang mushola terbuka. Sekitar pukul 22.00 WIB, GMD langsung mendatangi lokasi dan memergoki TNTG di dalam mushola. Sempat terjadi upaya penahanan, namun TNTG berhasil melarikan diri. Dengan sigap, GMD dan warga sekitar melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan diamankan. Setelah diperiksa, kotak infak di mushola tersebut diketahui sudah dalam keadaan kosong. Terkait peristiwa ini, M (48) selaku perwakilan warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tempel. Kerugian dari pencurian ini ditaksir mencapai Rp219.000. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan pelaku. “Penyidik saat ini tengah melengkapi berkas perkara serta mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain,” ujar Salamun, Selasa (5/8/2025). Pihak Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib demi menjaga keamanan lingkungan.

News

Kerugian Puluhan Juta, Aksi Pencurian Sekolah di Sleman Terekam CCTV

Radio Persatuan – Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Moyudan, Sleman, menjadi korban pencurian hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Aksi pelaku yang berjumlah dua orang terekam jelas oleh kamera CCTV, dan kini polisi tengah melakukan penyelidikan. Peristiwa ini pertama kali mencuat di media sosial X setelah akun @merapi_uncover mengunggah foto kondisi sekolah yang berantakan, Minggu (3/8/2025). Akun tersebut juga membagikan video CCTV yang menunjukkan dua orang pelaku memasuki area sekolah pada malam hari. “Kejadian tadi malam dini hari, baru ketahuan siang ini (Minggu). Kejadian di MI Bina Umat Moyudan Sleman,” tulis pengunggah video. Ia berharap warganet dapat membantu mengenali pelaku yang wajahnya terekam jelas. Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polsek Moyudan menerima laporan pada Minggu (3/8/2025) terkait dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di MI Bina Umat. Menurut keterangan Salamun, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang guru, AY dan MF, sekitar pukul 10.45 WIB. Saat tiba di sekolah, mereka menemukan jendela ruang guru terbuka dan kondisi ruangan sudah berantakan. Setelah diperiksa, uang tunai yang disimpan di laci meja raib. Akibat kejadian ini, pihak sekolah melalui bendahara yayasan, LS, melaporkan kerugian mencapai Rp50.678.000. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Polsek Moyudan bersama Satreskrim Polresta Sleman. Pelaku Terekam Jelas, Polisi Berharap Bisa Segera Terungkap Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang pelaku beraksi pada malam hari. Wajah mereka terekam jelas, dan hal ini menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian. Dengan adanya rekaman CCTV yang jelas, polisi optimis dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Polsek Moyudan dan Satreskrim Polresta Sleman terus berkoordinasi untuk mendalami kasus ini. Penyelidikan lanjutan kini difokuskan pada identifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV serta pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

Scroll to Top