
Radio Persatuan – Kontingen Kabupaten Gunungkidul, sang tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII 2025, kian memanaskan persaingan perebutan medali. Meski sempat terperosok di posisi buncit pada awal perhelatan, perolehan medali emas mereka terus merangkak naik secara signifikan, membuktikan ambisi untuk bangkit dari keterpurukan.
Menurut data terbaru dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY per Jumat (12/9/2025) pukul 06.49 WIB, Kabupaten Sleman masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 50 medali emas. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dengan perolehan masing-masing 48 dan 47 medali emas. Sementara itu, Gunungkidul masih berada di posisi terbawah, namun dengan raihan 14 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, mereka menunjukkan performa impresif.
Ketua Pelaksana PORDA XVII, Agus Mantara, mengakui bahwa dominasi tiga besar sempat membuat Gunungkidul tertinggal jauh. Namun, sejak upacara pembukaan, para atlet tuan rumah seolah mendapat suntikan semangat baru.
“Setelah opening ceremony, prestasi atlet kami terus meningkat. Pundi-pundi medali emas kami terus bertambah,” kata Agus. “Kami yakin Gunungkidul bisa mengantongi 45 medali emas dan finis di peringkat ketiga.”
Optimisme tersebut didukung oleh potensi besar dari beberapa cabang olahraga unggulan Gunungkidul. Dari 14 medali emas yang sudah terkumpul, dua di antaranya disumbangkan oleh cabor Shorinji Kempo dan jalan cepat. Sementara itu, Agus meyakini cabor seperti panahan, menembak, atletik, dan woodball akan menjadi lumbung medali tambahan.
“Klasemen dan perolehan medali masih bisa berubah drastis karena pertandingan masih akan berlangsung hingga 18 September,” imbuh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto.
Dengan total 56 cabang olahraga dan lebih dari 100 nomor pertandingan yang masih akan dilombakan, kejutan dari kontingen tuan rumah bisa jadi ancaman nyata bagi dominasi Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. Mampukah Gunungkidul mewujudkan target ambisius mereka dan merangsek naik ke jajaran tiga besar?
