News

News

Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Gunungkidul Bertambah Jadi Dua Orang

Satu dari dua pengendara sepeda motor yang sebelumnya dikabarkan kritis setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Yogya–Wonosari, tepatnya di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, pada Senin (23/6/2025), akhirnya meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam insiden ini menjadi dua orang. Kepastian ini disampaikan oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ihwan. “Korban meninggal dunia bertambah satu, menjadi dua orang,” ujar Ihwan saat dikonfirmasi pada Senin malam (23/6/2025). Kedua korban meninggal dunia adalah: Andi Suryanto (41), warga Padukuhan Seruk, Kalurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Pengemudi sepeda motor Yamaha NMAX berpelat nomor AB 2603 BM ini meninggal dunia akibat luka berat dan pendarahan pada bagian kepala. Miftah Annur (35), warga Padukuhan Mokol, Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul. Pengemudi sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AB 6916 OM ini tewas akibat luka pada leher, pendarahan, dan cedera berat pada bagian kepala. Kronologi Kecelakaan Maut Nur Ihwan menjelaskan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden bermula ketika mobil Toyota Raize berpelat nomor AB 1665 DI yang dikemudikan oleh Lina Budiati (34) melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari. Tepat di belakang mobil Raize, terdapat dua sepeda motor yang dikendarai oleh kedua korban meninggal dunia. Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di jalan menikung ke kanan dan sedikit menanjak, sebuah mobil Isuzu Panther berpelat nomor AB 1952 BH yang dikemudikan oleh Yudi Wahyu Wibowo (52), warga Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang, muncul dari arah berlawanan. “Mobil Panther berjalan terlalu ke kanan hingga menabrak bagian samping kanan mobil Raize,” terang Ihwan. Setelah menabrak mobil Raize, mobil Panther tersebut kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario dan Yamaha NMAX yang berada di belakang mobil Raize. “Tabrakan tersebut mengakibatkan pengemudi Vario terpental hingga keluar badan jalan ke arah utara. Sementara pengendara NMAX terseret hingga 20 meter ke arah barat,” imbuh Ihwan. Penyelidikan dan Kesaksian Saksi Mata Penyebab pasti kecelakaan maut ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sebelumnya diberitakan, kecelakaan beruntun ini melibatkan dua mobil dan tiga sepeda motor. Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, dua unit mobil, yakni Panther hitam dan Raize kuning, terparkir di sisi jalan. Sementara itu, satu unit sepeda motor Yamaha NMAX terlihat rusak parah, sedangkan dua sepeda motor lainnya telah diangkut oleh mobil patroli Satlantas Polres Gunungkidul. Menurut Krisna, seorang saksi mata warga Kapanewon Tanjungsari yang berada tepat di belakang kendaraan NMAX saat kejadian, mobil Panther melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Wonosari. “Mobil Panther dari arah timur (Wonosari) melewati marka jalan, terlalu ke kanan, lalu menabrak mobil Raize. Mobil itu sempat menghindar tapi tetap menabrak motor NMAX yang hancur tadi, juga beberapa motor lainnya,” jelas Krisna di lokasi kejadian. “Panther-nya tadi kencang,” tambahnya.

News

Wisatawan Asal Jawa Tengah Hilang di Pantai Watu Kodok, Pencarian Terus Dilakukan

Seorang wisatawan asal Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, berinisial MNA (17), hingga hari kedua pencarian pada Selasa (24/6/2025) siang, masih belum ditemukan setelah terseret arus di Pantai Watu Kodok, Tanjungsari, Gunungkidul, pada Senin (23/6/2025) kemarin. Tim gabungan dari Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron dan sejumlah relawan terus mengupayakan pencarian korban. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, mengatakan bahwa pencarian dimulai kembali hari ini setelah pada Senin sore dihentikan. “Senin kemarin hingga pukul 17.00 WIB korban masih belum ditemukan. Hari ini kami mulai lagi upaya pencarian,” ujar Marjono saat dihubungi melalui telepon, Selasa (24/6/2025). Dalam operasi pencarian ini, satu kapal rescue dan tim penyisiran darat dikerahkan. Namun, kondisi gelombang dan angin kencang menjadi kendala utama. “Tadi sudah diturunkan kapal untuk menyisir radius dua kilometer ke barat dan timur dari lokasi kejadian, namun kembali ke daratan karena kendala gelombang dan angin yang cukup kencang,” jelas Marjono. Selain itu, air laut yang keruh dan lokasi tenggelamnya korban yang berada di bawah tebing juga menyulitkan petugas. Saat ini, pencarian difokuskan melalui jalur darat dari atas tebing di sekitar lokasi kejadian, serta pemantauan menggunakan kamera drone milik Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron. Kronologi KejadianSebelumnya diberitakan, dua pemuda asal Semarang, YDA (17) dan MNA (17), terseret arus laut saat bermain di Pantai Watu Kodok pada Senin pagi. Keduanya merupakan warga Tuntang, Semarang. Menurut Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, peristiwa bermula saat keenam korban dan teman-temannya tiba di Pantai Watu Kodok sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah beristirahat, sekitar pukul 05.30 WIB, mereka mulai bermain air. “Berselang beberapa saat, empat orang lainnya menepi, menyisakan dua orang yang merupakan korban,” kata Surisdiyanto pada Senin (23/6/2025). Saat asyik bermain, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret keduanya ke tengah laut. Beruntung, YDA berhasil selamat karena mampu menepi dengan mengikuti arus balik ke pantai. “Satu korban lainnya masih hilang,” imbuh Surisdiyanto.

News

Turnamen Mini Soccer Sambut HUT Ke-79 Polri, Polda DIY dan Wartawan Pererat Silaturahmi

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Jogja (Warjog) sukses menggelar turnamen mini soccer antarwartawan pada Minggu (22/6/2025). Ajang tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Polri. Turnamen yang telah memasuki edisi ketiga ini diikuti oleh 50 wartawan dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama ke gawang oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol. Eddy Junaidi, yang langsung berbuah gol. Brigjen Eddy Junaidi mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan inisiasi dari rekan-rekan media yang tergabung dalam Warjog. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, turnamen ini tidak hanya diikuti oleh Pejabat Utama Polda DIY, tetapi juga para Kapolresta dan Kapolres se-DIY turut bertanding,” ujarnya. Ia menekankan bahwa turnamen mini soccer bertajuk ‘Bal-balan Sareng Polisi’ ini bukan sekadar ajang olahraga dan penerapan gaya hidup sehat, melainkan juga bukti eratnya silaturahmi dan soliditas antara jajaran Polda DIY dengan rekan-rekan wartawan. Wakapolda berharap, melalui turnamen ini, kerja sama yang telah terjalin dengan media semakin solid di masa mendatang. Ia juga berencana berkoordinasi dengan Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, untuk menjajaki peluang kerja sama lainnya. “Pesan saya, jangan terlalu serius bermain, santai saja. Saya ingatkan jangan sampai ada cedera sekecil apapun demi sukses dan lancarnya acara ini,” tegasnya. Ketua Pelaksana Turnamen, Fauzan Ahmad Hardono, yang merupakan wartawan JogjaTV, menyampaikan terima kasih atas dukungan Polda DIY dalam penyelenggaraan turnamen yang sudah ketiga kalinya ini. Dua turnamen sebelumnya juga sukses digelar pada tahun 2024. “Tahun lalu, kerja sama antara Polda DIY dan rekan-rekan Warjog sangat efektif. Ini dibuktikan dengan dilibatkannya teman-teman dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan,” ungkap Fauzan. Mewakili komunitas Warjog, Fauzan berharap kerja sama dan soliditas yang telah terbentuk dengan jajaran Polda DIY akan semakin erat. Ia juga mengapresiasi kehadiran 50 wartawan yang meluangkan waktunya untuk bertanding. Baginya, kekompakan sesama wartawan harus terus terjalin dengan harapan akan melahirkan pertukaran ide dan gagasan yang berujung pada peluang-peluang ekonomi baru. Sebelum turnamen utama yang mempertemukan semua awak media dalam empat grup (A, B, C, D), tim Polda DIY melawan tim Warjog dalam pertandingan pembuka. Dalam durasi 2×10 menit, tim Polda DIY berhasil mengalahkan tim Warjog dengan skor 4-1. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, berhasil menyarangkan dua gol dalam laga tersebut. Turnamen utama yang menggunakan format empat tim bertemu di setiap grup, mencapai puncaknya pada partai final yang mempertemukan tim A melawan tim B. Pertandingan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, sehingga dilanjutkan dengan adu penalti dengan format tiga penendang. Kiper tim A, Christian Yanuar (Sorot.com), tampil gemilang dengan berhasil memblok dua tendangan penalti tim B. Sementara itu, dua penendang tim A tidak berhasil menjebol gawang tim B yang dikawal oleh Yohanes Angga (Hariane.com). Dengan kedudukan imbang, pemenang ditentukan melalui satu tendangan penalti tambahan. Meskipun sempat terlihat ragu, algojo tim A, Azka Ramadhan (TribunJogja), berhasil membawa timnya meraih juara pertama setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti penentu.

News

Tragedi Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Pemuda Semarang Hilang Terseret Arus

Dua pemuda asal Semarang, Jawa Tengah, terseret arus laut saat bermain di Pantai Watu Kodok, Tanjungsari, Gunungkidul, pada Senin (23/6/2025). Satu korban berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian. Korban yang selamat adalah Yuda Dwi Prasetyo (17), sedangkan korban yang masih hilang adalah Muhammad Nabil Aswa (17). Keduanya merupakan warga Tuntang, Semarang, Jawa Tengah. Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, kedua korban tiba di Pantai Watu Kodok bersama empat teman lainnya sekitar pukul 04.00 WIB. “Setibanya di Watu Kodok, mereka beristirahat sebentar di dalam mobil. Sekitar pukul 05.30 WIB, keenam orang tersebut mulai bermain air di pantai. Tidak lama kemudian, empat orang lainnya menepi, menyisakan dua orang yang merupakan korban,” kata Surisdiyanto saat dihubungi pada Senin (23/6/2025). Saat Yuda dan Nabil sedang asyik bermain air, tiba-tiba ombak besar datang menghantam dan menyeret keduanya. Beruntung, Yuda berhasil menyelamatkan diri dengan mengikuti arus balik ke pantai.“Satu korban lainnya masih hilang,” tambah Surisdiyanto. Melihat kejadian tersebut, salah satu anggota rombongan segera menghubungi petugas Satlinmas terdekat untuk meminta bantuan. Namun, saat petugas tiba di lokasi, Muhammad Nabil sudah hilang tenggelam. “Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemantauan dari atas tebing karena kondisi gelombang sedang tinggi,” jelasnya. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 20 personel gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Muhammad Nabil Aswa.

News

Empat Jabatan Lurah di Gunungkidul Kosong, PAW Menunggu Regulasi Pusat

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Kabupaten Gunungkidul mengumumkan bahwa empat jabatan lurah saat ini kosong dan diisi oleh Penjabat (Pj) Lurah. Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk posisi-posisi tersebut belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Gunungkidul, Kriswantoro, menjelaskan bahwa keempat kalurahan yang tidak memiliki lurah definitif antara lain adalah Karangrejek (Kapanewon Wonosari) dan Mertelu (Kapanewon Gedangsari), yang lurahnya meninggal dunia. “Nggih, ada 4 kalurahan yang saat ini jabatan lurahnya kosong. Sehingga harus dijalankan oleh PJ,” terang Kriswantoro. Dua kalurahan lainnya adalah Ngloro (Kapanewon Saptosari), di mana lurah sebelumnya mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi pemilihan anggota legislatif, dan Natah (Kapanewon Nglipar), yang lurahnya mengundurkan diri pada Mei 2025 dengan alasan tidak mampu menjalankan tugas. Untuk Kalurahan Natah, Pj Lurah saat ini adalah Suyanto, yang sebelumnya bertugas di Kapanewon Karangmojo dan dilantik pada 12 Juni 2025. Kriswantoro menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memproses PAW di keempat kalurahan tersebut karena belum adanya aturan turunan dari Undang-Undang No. 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Situasi ini diperkuat dengan adanya Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri tertanggal 8 Januari 2025, yang menegaskan bahwa proses PAW lurah harus menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari undang-undang tersebut. “Jadi, untuk sekarang ini masih belum bisa. Kami menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” pungkas Kriswantoro.

News

Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Kerajinan di Bantul, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Sebuah pabrik kerajinan milik Wintolo di Dusun Tanjung, Bangunharjo, Sewon, Bantul, ludes terbakar pada Jumat malam (20/6/2025). Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp300 juta. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurnianto, menjelaskan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 22.30 WIB. Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD menerima informasi kejadian pada pukul 23.17 WIB, dan tim pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi. “Armada tiba pukul 23.25 WIB, dan proses pemadaman selesai sekitar pukul 00.03 WIB,” ujar Irawan. Api dengan cepat melahap satu bangunan pabrik beserta seluruh isinya dan satu unit mobil. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun dua kepala keluarga terdampak langsung akibat musibah tersebut. Menurut Irawan, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah yang mendengar suara letusan dari sisi bangunan pabrik. Saat diperiksa, api sudah membesar. Pemilik rumah segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi layanan darurat BPBD di nomor 112. Proses pemadaman melibatkan tiga armada pemadam kebakaran, terdiri dari dua unit dari sektor utama dan satu unit tangki dari sektor Imogiri. Sebanyak 14 personel pemadam kebakaran dikerahkan, didukung oleh berbagai unsur seperti Polsek Sewon, TRC BPBD, Damkar Kota, PMI, Tagana, Hasmindo, serta FPRB dan Jaga Warga setempat. Menyikapi insiden ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di tempat usaha yang rentan terhadap beban arus tinggi. “Pastikan instalasi sesuai standar. Kebakaran yang disebabkan korsleting listrik masih mendominasi dalam kejadian-kejadian seperti ini,” tegas Irawan.

News

Polda DIY Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Mafia Tanah Mbah Tupon, Mantan Lurah hingga Oknum Notaris Terlibat

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah yang merugikan Tupon Hadi Suwarno (68), atau akrab disapa Mbah Tupon, warga Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Enam dari tujuh tersangka sudah ditahan, sementara satu tersangka lain belum ditahan karena alasan kesehatan. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Idham Mahdi, mengungkapkan bahwa para tersangka memiliki latar belakang yang beragam, termasuk seorang mantan pejabat publik. “Enam tersangka kami tahan sejak kemarin, Selasa (18/6/2025). Tiga tersangka lainnya kami lakukan penahanan hari ini,” ujar Idham pada Jumat (20/6/2025). Daftar Tersangka dan Peran Mereka Ketujuh tersangka yang telah ditetapkan oleh Polda DIY adalah: Kronologi dan Kerugian Korban Kasus ini terungkap setelah Mbah Tupon mengetahui bahwa tanah miliknya hendak dilelang oleh bank. Ia baru menyadari bahwa sertifikat atas namanya telah diagunkan sebagai jaminan pinjaman oleh pihak lain tanpa persetujuannya. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa Mbah Tupon dan istrinya, Amdiah Wati, yang tidak bisa baca tulis, telah ditipu untuk menandatangani sejumlah dokumen legal tanpa dibacakan isinya. Akibat kasus ini, Mbah Tupon mengalami kerugian mencapai Rp3,5 miliar, berupa hilangnya hak atas SHM Nomor 24451/Bangunjiwo (atas nama IF) dan SHM Nomor 24452/Bangunjiwo (atas nama Tupon Hadi Suwarno). “Para tersangka saling mengenal, dan tindakan mereka berkaitan dengan dua sertifikat dari bidang tanah yang sebelumnya dimiliki pelapor,” jelas Idham. “Ini memang mengincar. Ada rangkaian mulai dari sertifikat pertama dipecah, kemudian sertifikat kedua dijadikan agunan ke bank.”

News

Proyek Pelebaran Jalan Bantul Segera Bergulir, Pemkab Siapkan Skema Lalu Lintas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan segera berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait rencana pelebaran jalan. Proyek ini akan menjangkau area dari gerbang gapura batas kota hingga pertigaan Cepit. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, memastikan proyek pelebaran jalan ini siap dikerjakan. Ia memproyeksikan pengerjaan lapangan akan dimulai pada akhir Juni 2025, menyusul penandatanganan kontrak dengan kontraktor. “Insyaallah minggu depan tanda tangan kontrak. Harapan kami akhir bulan ini sudah bisa dimulai pengerjaannya,” kata Aris pada Kamis (19/6/2025). Tahap awal pengerjaan akan difokuskan pada penebangan pohon dan penanganan tiang listrik yang terdampak proyek. Untuk mengantisipasi dampak terhadap arus lalu lintas, Pemkab Bantul akan menerapkan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan. “Nanti kami akan koordinasikan bersama Dinas Perhubungan dan Satker PJN. Bisa jadi nanti buka-tutup jalan atau pakai jalur alternatif, tergantung kondisi,” jelas Aris. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan penutupan total atau pengalihan arus besar selama pengerjaan berlangsung. Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Simbolon, menambahkan bahwa pengerjaan proyek ini diperkirakan akan berlangsung sekitar lima hingga enam bulan. Ia memastikan sosialisasi telah dilakukan dan pekerjaan fisik akan segera dimulai. “Kemarin kami sudah cek ke lapangan. Arealnya sudah siap, tinggal eksekusi saja. Targetnya satu-dua bulan ke depan sudah mulai terlihat progres,” ujar Jimmy.

News

Dua Rumah di Sedayu Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Dua rumah di Tegalrejo, Panggang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul, menjadi sasaran aksi pencurian dalam dua insiden terpisah. Pelaku diduga adalah orang yang sama. Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa rumah pertama yang dibobol maling adalah milik Muh Ulil Amri Demak (38). Peristiwa ini terjadi pada Kamis (19/6/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. “Saat itu, Ulil dan istrinya baru bangun untuk salat subuh. Istrinya kemudian menyadari bahwa laptop miliknya sudah tidak ada di rak ruang tamu,” terang Jeffry pada Kamis (19/6/2025). Setelah diperiksa lebih lanjut, Ulil menemukan tas kamera tergeletak di samping rumahnya. Barang-barang yang raib antara lain dua unit laptop, satu smartwatch, dua dompet, dan uang tunai sebesar Rp 250 ribu. Total kerugian yang diderita Ulil diperkirakan mencapai Rp 18 juta. Rumah Kedua Milik Warga yang Sedang di Solo Jeffry melanjutkan, rumah kedua yang menjadi korban pencurian adalah milik Andhika Probokusumo Wicaksono (32), yang juga merupakan warga Tegalrejo, Sedayu. Saat kejadian, Andhika diketahui sedang berada di Solo, Jawa Tengah. Andhika mendapat informasi mengenai pembobolan rumahnya melalui pesan di grup WhatsApp. Ia kemudian meminta bantuan tetangganya untuk memeriksa kondisi rumah. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa jendela rumah Andhika dalam kondisi rusak dengan bekas congkelan. “Setelah diperiksa, barang-barang yang hilang meliputi lima jam tangan, sepasang cincin nikah, serta BPKB mobil milik korban. Total kerugian sekitar Rp 13 juta,” jelas Jeffry. Polisi Selidiki Keterkaitan Pelaku Jeffry menambahkan bahwa kedua korban telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kedua lokasi. “Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan. Kemungkinan pelaku adalah orang yang sama,” pungkas Jeffry.

News

Pria 56 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gantung Diri di Minggir Sleman

Warga Minggir Sleman dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang meninggal dunia karena gantung diri di sebuah pohon kelapa pada Kamis (19/6/2025) pagi. Korban diketahui bernama Heri Santoso (56), warga Nanggulan RT 005 RW 032, Sendangagung, Minggir Sleman. Diduga, Heri mengakhiri hidupnya sehari sebelum ditemukan. Kronologi Penemuan Mayat Heri Santoso ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB. Penemuan ini berawal ketika seorang saksi, yang identitasnya tidak disebutkan, melihat sepeda motor Supra X dengan nomor polisi AB 3612 HQ terparkir di kebun sekitar lokasi kejadian. Saksi merasa curiga karena motor tersebut sudah terparkir di tempat yang sama sejak Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Merasa ada kejanggalan, saksi tersebut kemudian memeriksa sekitar area dan menemukan benda berwarna merah tergantung di pohon kelapa. Untuk memastikan, saksi memanggil saksi kedua yang kemudian mengonfirmasi bahwa benda tersebut adalah tubuh manusia. Warga segera melaporkan penemuan ini kepada Basarnas Yogyakarta. Tim SAR kemudian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 08.38 WIB, dan dilanjutkan dengan identifikasi oleh tim Inafis Polres Sleman. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui motif di balik tindakan nekat korban. Jenazah Heri Santoso telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Scroll to Top