Guru dan Siswa Mundur dari SRMA Sonosewu, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Ada Paksaan

Dua Siswa dan 1 Guru SRMA Bantul Kompak Mundur, Ada Apa? Foto/ Wahyu Turi.

Radio Persatuan — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Sonosewu di Bantul menghadapi mundurnya dua siswa dan satu guru dari program pemerintah yang baru berjalan. Kepala Sekolah, Agus Ristanto, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil atas dasar kesepakatan pribadi dan tanpa paksaan.

Menurut Agus, kedua siswa yang mengundurkan diri merasa program sekolah tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Ia menegaskan, pihak sekolah tidak akan memaksakan siswa yang tidak memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan.

“Tidak sesuai dengan harapan,” kata Agus, “Ini harus ada komitmen antara siswa dan orang tua. Ketika orang tua setuju, anaknya tidak setuju, jangan dipaksa untuk masuk.”

Senada dengan itu, salah satu guru mata pelajaran agama Katolik juga mengajukan pengunduran diri dengan alasan kesehatan. Pihak sekolah telah menerima surat pengunduran diri tersebut dan memastikan jam mengajar guru itu telah terpenuhi sebelum ia mundur.

Agus Ristanto memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. Untuk mata pelajaran agama Katolik, pihak sekolah akan mengoptimalkan peran guru yang sudah ada. Jika diperlukan, siswa akan diarahkan untuk mengikuti pelajaran di sekolah terdekat, seperti SMA Negeri 1 Kasihan.

“Di sini penuh dengan tatanan, dengan aturan,” tegas Agus. Ia menambahkan bahwa bagi siswa yang merasa tidak cocok dengan frekuensi atau aturan yang ada, mengundurkan diri bukanlah masalah. “Ketika sudah tidak sesuai frekuensi, ya nanti bisa mengundurkan diri saja, tidak masalah,” tambahnya.

Meskipun dua siswa telah mundur, Agus menyatakan kuota pokok siswa sebanyak 200 orang masih sesuai aturan. Ia menjelaskan tidak ada pengganti untuk siswa yang mundur. “Pokoknya 200 ya 200, aturannya begitu. Kalau stok penggantinya tidak ada, ya sudah berarti adanya itu,” pungkasnya.

Agus juga mengonfirmasi bahwa isu kesehatan siswa selalu ditangani bekerja sama dengan puskesmas setempat, sementara perilaku seperti merokok diawasi ketat oleh wali asuh di asrama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top