
Radio Persatuan – Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung membeberkan target ambisius untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menargetkan pertumbuhan hingga 8 persen dalam dua sampai tiga tahun ke depan, meskipun mengakui target tersebut sulit tercapai dalam waktu dekat.
Dalam pidato perdananya usai dilantik di Istana Negara pada Senin (8/9), Purbaya menegaskan prioritas utamanya adalah membalik tren perlambatan ekonomi yang terjadi belakangan ini. “Sebagai ekonom, target 8 persen di tahun ini agak sulit. Namun, dalam 2-3 tahun ke depan ada peluang untuk mencapainya. Yang terpenting sekarang adalah mengembalikan arah ekonomi ke atas 6 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.
Purbaya mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu perlambatan ekonomi, termasuk ketegangan politik dan demonstrasi yang memengaruhi sentimen publik. Meski begitu, ia menekankan bahwa fundamental ekonomi nasional masih kokoh, dengan permintaan domestik yang mendominasi hingga 90 persen. “Dengan pengelolaan yang baik, kita bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.
Strategi Jangka Pendek dan Tekanan Berat dari Presiden
Purbaya mengungkapkan, Presiden menuntut pertumbuhan ekonomi yang agresif agar Indonesia tidak terjebak dalam stagnasi. Ia mengaku merasa terbebani dengan mandat tersebut, namun tetap optimistis dapat mewujudkannya. “Saya deg-degan, berat banget. Tapi strategi-strategi sudah saya siapkan,” tuturnya.
Salah satu strategi jangka pendek yang akan ditempuh adalah mempercepat penyerapan anggaran yang selama ini belum berjalan optimal. Ia bahkan membuka opsi untuk membentuk tim khusus percepatan, seperti yang pernah dibentuk pada masa pemerintahan sebelumnya.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai ekonom dan perannya dalam penanganan krisis 2008 serta pandemi COVID-19 2020, Purbaya yakin bisa mengembalikan kepercayaan pasar. “Saya amat tahu bagaimana memperbaiki ekonomi. Jadi Anda tidak usah khawatir, masa depan kita akan cerah,” pungkasnya, mencoba meyakinkan publik dan pelaku pasar.
