Ratusan Siswa Sleman Keracunan Makanan MBG, Pemkab Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat diwawancara terkait kasus keracunan massal. (Foto: Hariane/Wahyu Turi K)

Radio Persatuan – Pemerintah Kabupaten Sleman bergerak cepat menangani 212 siswa yang mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung oleh pemerintah.

Keracunan ini terdeteksi pertama kali setelah Puskesmas di wilayah Mlati menerima laporan sejumlah siswa dengan keluhan diare dan muntah. Investigasi dari Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Sleman menemukan empat sekolah di Kapanewon Mlati terdampak, yaitu SMP Muhammadiyah 1 & 2 Mlati, SMP Negeri 3 Mlati, dan SMP Pamungkas Mlati.

Hingga Rabu (13/8), total 212 siswa tercatat mengalami gejala keracunan pangan. Dari jumlah tersebut, 113 siswa telah berobat ke Puskesmas, sementara 19 siswa harus menjalani rawat inap di RSUD Sleman dan satu siswa di RSA UGM.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyatakan, fokus utama Pemkab Sleman saat ini adalah pemulihan dan pendampingan bagi para siswa. “Kondisi semua siswa terus membaik. Yang paling penting, kita pastikan mereka segera pulih dan sehat kembali,” ujar Danang pada Kamis (14/8).

Ia juga menambahkan bahwa biaya pengobatan korban tidak akan dibebankan kepada orang tua atau pihak sekolah. “Kami sudah berkoordinasi. Biaya ini akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, yang diatur oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatan,” jelasnya.

Pemkab Sleman juga sedang merumuskan langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa terulang, dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top