info kulonprogo

News

Peran Aktif Warga Ungkap Jaringan Narkoba di Kulonprogo

Radio Persatuan – Kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat membuahkan hasil signifikan dalam upaya pemberantasan narkoba di Kulonprogo. Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kulonprogo berhasil membongkar kasus penyalahgunaan narkotika berkat informasi krusial dari warga. Kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga terkait dengan narkoba di wilayah Sidomulyo, Kapanewon Pengasih. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian hingga berhasil menangkap dua tersangka berinisial DE (46) dan IST (38), keduanya warga Pengasih. Penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan pada Kamis (21/8/2025). Berdasarkan keterangan Kepala Satresnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Triyono, penggeledahan terhadap para tersangka menemukan sejumlah barang bukti. Dalam operasi tersebut, polisi menyita 30 paket sabu dengan total berat 3,12 gram dan 103 butir pil kuning. Barang bukti ini ditemukan dari hasil penggeledahan di wilayah Pengasih, Kulonprogo, serta hasil pengembangan di Jalan Parangtritis dan daerah Pundong, Bantul. Saat ini, kedua tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Kulonprogo untuk proses hukum lebih lanjut. Komitmen Polres Kulonprogo dalam memberantas peredaran narkoba ditegaskan kembali oleh AKP Triyono yang juga mengajak masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika di lingkungan mereka.

News

Dugaan Pencabulan Anak Angkat di Kulon Progo, Pelaku Ditangkap Meski Tak Mengaku

Radio Persatuan – Seorang pria berinisial K (59) di Kabupaten Kulon Progo ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak angkatnya yang masih berusia 8 tahun. Penangkapan ini dilakukan oleh jajaran Polsek Galur, setelah hasil visum dari tim medis menunjukkan adanya bukti kuat. Kanit Reskrim Polsek Galur, AKP Rahmat, menjelaskan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada alat bukti yang telah dikumpulkan, termasuk hasil visum yang membuktikan adanya kekerasan seksual. “Dasar penetapan tersangka sesuai alat bukti terutama dari tim medis berupa hasil visum,” ujar AKP Rahmat di Mapolres Kulon Progo, Jumat (8/8/2025). Meski demikian, tersangka K membantah tuduhan tersebut. Hingga saat ini, pelaku belum mengakui perbuatannya. Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk berapa kali perbuatan tersebut dilakukan. Kasus ini terungkap berawal dari kecurigaan pihak sekolah dan dokter. Para guru melihat ada perubahan fisik pada korban, seperti wajah yang pucat dan cara berjalan yang tidak biasa. “Para guru mencurigai korban berjalan seperti penguin dan seperti menahan sakit,” tambah AKP Rahmat. Lebih lanjut, korban mengaku terbangun pada Kamis (24/7/2025) malam dengan kondisi celana sudah melorot dan merasakan nyeri di perut serta kemaluannya. Ia juga mendapati adanya cairan seperti lem perekat di area kemaluannya. Fakta lain yang terungkap adalah bahwa korban telah diangkat menjadi anak oleh pelaku sejak berusia sembilan hari. Proses pengangkatan ini diduga tidak sesuai dengan prosedur hukum. Selama satu tahun terakhir, setelah istri pelaku meninggal dunia, korban hanya hidup berdua bersama tersangka di rumahnya. Berdasarkan penyelidikan, polisi menduga pelaku sengaja memberikan minuman yang dicampur zat tertentu agar korban tertidur pulas dan tidak mudah bangun. Akibat perbuatannya, tersangka K kini dijerat dengan Pasal 81 atau Pasal 82 Undang-Undang RI. K diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling banyak Rp5 miliar. Meski K membantah tuduhan dan menyatakan kronologi kejadiannya panjang, polisi tetap menahan pelaku karena tidak dapat memberikan bukti yang dapat membebaskannya dari tuduhan tersebut.

News

Lebih dari 1.009 Tukik Lahir di Kawasan Konservasi Penyu Pantai Trisik

Radio Persatuan – Upaya pelestarian penyu di Pantai Trisik, Kulon Progo, menunjukkan hasil yang menjanjikan sekaligus menghadapi tantangan. Sejak awal tahun hingga Juli 2025, sebanyak 28 sarang telur penyu berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, 12 sarang sukses menetas, menghasilkan 1.009 tukik atau anak penyu. Namun, 4 sarang lainnya dilaporkan gagal menetas, menandakan adanya hambatan dalam proses reproduksi alami penyu di kawasan tersebut. Pengelola Konservasi Penyu Abadi Trisik, Edi Yulianto, mengungkapkan bahwa dari ribuan tukik yang menetas, 625 di antaranya telah berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya di laut. Pelepasliaran sisa tukik akan dilakukan secara bertahap, mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Pelepasliaran tukik, seperti yang dilakukan pada Minggu (26/7) pagi di Pantai Trisik, bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menjaga semangat konservasi, melibatkan berbagai pihak seperti Pokdarwis Banaran, Kelompok Konservasi Penyu Abadi, Desa Wisata Banaran, Paguyuban Wisata Pantai Trisik, serta masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari pengembangan ekowisata di Pantai Trisik, yang berupaya mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan potensi pariwisata. Edi Yulianto menambahkan, “Harapannya, kegiatan ini menjadi daya tarik unggulan Pantai Trisik. Dalam rilis ini, pengunjung kami ajak belajar mengenai konservasi penyu dan menanam pandan. Ada sekitar 200 tukik yang dilepas.” Pernyataan ini menegaskan visi Konservasi Penyu Abadi Trisik untuk menjadikan ekowisata sebagai motor penggerak utama dalam pelestarian penyu. Melalui program ini, pengunjung tidak hanya disuguhkan pengalaman melepas tukik, tetapi juga mendapatkan edukasi mendalam mengenai konservasi penyu. Edi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program melalui donasi. Pengembangan pariwisata berbasis konservasi di Pantai Trisik diharapkan mampu menjawab berbagai isu lingkungan. Salah satu fokus utama adalah menjadikan kawasan pelepasan tukik penyu sebagai ikon ekowisata. Konservasi Penyu Abadi Trisik berkomitmen untuk terus berupaya memperbesar skala pelepasan tukik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, guna memastikan keberlangsungan hidup penyu di masa mendatang.

News

Polisi Selidiki Kematian Pria Berlumur Luka di Bawah Jembatan Glagah

Radio Persatuan – Kepolisian Resor Kulon Progo terus mendalami penyebab kematian seorang pria berinisial HS (36) yang ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Glagah, Temon, Kulon Progo, pada Rabu (23/7/2025). Jasad korban, warga Kapanewon Temon, ini ditemukan dengan luka sobek dan memar di bagian dahi, memicu dugaan kuat adanya tindak kekerasan. Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan identitas korban setelah dilakukan pemeriksaan. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, korban adalah laki-laki berinisial HS, tinggal di Temon,” ujar Sarjoko. Penemuan mayat bermula sekitar pukul 07.40 WIB, ketika seorang warga yang melintas di sekitar Jembatan Glagah melihat benda mencurigakan berwarna merah bermotif garis putih mengapung di air. Setelah didekati, benda tersebut ternyata adalah jasad manusia yang mengenakan kaus bermotif lorek. Saksi mata segera melaporkan temuan tersebut kepada Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo, Aris Widyatmoko, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Tim medis yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi menemukan adanya luka sobek dan memar pada dahi korban. Kondisi jasad yang belum mengeluarkan bau menyengat mengindikasikan bahwa kematian korban belum berlangsung lama. Tim PMI Kulon Progo turut membantu proses evakuasi dengan mengerahkan satu unit ambulans dan tiga personel. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian HS. Penyelidikan intensif tengah dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian serta memastikan apakah terdapat unsur pidana, termasuk dugaan pembunuhan, di balik tewasnya pria tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

News

Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Glagah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Radio Persatuan – Warga sekitar Jembatan Glagah, Kulonprogo, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas pada Rabu (23/7/2025) pagi. Mayat tersebut ditemukan tergeletak di bawah jembatan sisi barat dengan luka di bagian dahi, memicu spekulasi dan pertanyaan mengenai penyebab kematiannya. Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh warga kepada Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, yang kemudian segera turun tangan membantu proses evakuasi. Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widihatmoko, membenarkan informasi tersebut. “Informasi penemuan mayat itu benar, tadi pagi di bawah jembatan, tapi sisi baratnya,” terang Aris. Ia menambahkan bahwa kondisi jenazah diperkirakan masih baru karena tidak mengeluarkan bau, mengindikasikan bahwa kematian korban belum berlangsung lama. Dugaan dan Penyelidikan Aris menduga korban adalah warga sekitar Jembatan Glagah, berdasarkan informasi awal yang beredar di kalangan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa dugaan ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut. “Kami masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari tim Inafis Polres Kulonprogo, meskipun infonya warga sekitar,” ujarnya, menolak berspekulasi lebih jauh sebelum ada hasil resmi dari kepolisian. Tim Inafis Polres Kulonprogo saat ini sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya. Luka di dahi jenazah menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk menentukan apakah ada unsur kekerasan atau faktor lain yang berkontribusi pada kematian pria tersebut. Palang Merah Indonesia (PMI) turut mengerahkan satu unit ambulans beserta tiga personelnya untuk membantu proses evakuasi jenazah dari lokasi penemuan. Humas PMI, Wisnu Rangga, mengonfirmasi keterlibatan lembaganya dan menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi rinci mengenai ciri-ciri mayat. “Sampai sekarang belum ada informasi rinci terkait ciri-ciri mayat tersebut. Kami masih menunggu identifikasi dari kepolisian yang masih berproses,” kata Wisnu. Pihak kepolisian masih terus bekerja untuk mengidentifikasi korban dan mengungkap misteri di balik penemuan mayat pria di bawah Jembatan Glagah ini. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari simpang siur dan spekulasi liar. Sumber: harianjogja

News

Polda DIY Gencar Salurkan Makanan Bergizi Gratis, Ribuan Siswa di Kulonprogo Jadi Sasaran Awal

Radio Persatuan, – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merealisasikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui penyaluran ribuan paket makanan bergizi gratis kepada siswa sekolah di Kabupaten Kulonprogo. Program ini, yang berpusat di Dapur Sarana Pendidikan dan Pengembangan Generasi (SPPG) milik Polda DIY di Mako Yon B Satbrimob Sentolo, telah mendistribusikan 1.954 paket dalam dua hari berturut-turut, Senin (14/7) dan Selasa (15/7). Penyaluran perdana ini menandai dimulainya operasional Dapur SPPG setelah rampungnya pembangunan gedung. Ribuan paket makanan tersebut disalurkan kepada siswa di tiga kelurahan di Kulonprogo: Kaliagung, Sentolo, dan Banguncipto. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyatakan bahwa seluruh proses operasional berjalan tanpa hambatan. “Kami bersyukur proses distribusi bantuan dari program pemerintah ini dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan dinikmati oleh para siswa penerima,” ujarnya pada Rabu (16/7). Sebelum peluncuran resmi, Dapur SPPG telah menjalani uji coba pada Jumat, 13 Juni 2025. Sebanyak 500 paket makanan dimasak dan dibagikan kepada personel Yon B Satbrimob Polda DIY. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses dan kualitas makanan yang dihasilkan. “Secara umum, hasil dari trial, kemudian pendistribusian pertama ini sangat baik. Mulai dari rasa, kandungan gizi, tampilan makanan, hingga kebersihan dan kemasannya sudah memenuhi standar,” jelas Kombes Pol Ihsan. Program Dapur SPPG ini tidak berhenti di Kulonprogo. Polda DIY berencana untuk memperluas jangkauan program ini dengan membangun empat Dapur SPPG lainnya di kabupaten berbeda yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Kombes Pol Ihsan menegaskan komitmen Polda DIY untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan serta pengembangan generasi muda. “Kami terus berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan lima dapur SPPG yang tersebar di wilayah DIY guna mendukung program Pemerintah,” tambahnya. Melalui inisiatif ini, Polda DIY mempertegas perannya sebagai mitra aktif pemerintah dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Program ini diharapkan dapat meringankan beban siswa dan keluarga mereka, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap masa depan generasi penerus.

News

Dekranasda Kulon Progo Fokus Genjot Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Radio Persatuan – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian warisan budaya lokal. Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi disrupsi akibat pesatnya perkembangan zaman dan era digital. Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dekranasda Kulon Progo yang diselenggarakan di Aula Adhikarta pada Selasa (15/7/2025). Musda ini menjadi ajang strategis untuk menata ulang organisasi dan menyelaraskan program kerja Dekranasda dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. Ketua Dekranasda Kabupaten Kulon Progo, Nuraini Mufida, menyoroti peran sentral Dekranasda dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah gempuran era digital. “Tantangan zaman harus mampu dijawab,” tegas Nuraini. Ia menambahkan bahwa perumusan program kerja ke depan akan mengedepankan semangat inovasi yang berakar pada kearifan lokal, serta mendorong transformasi digital bagi industri kecil dan menengah (IKM) di Kulon Progo. Lebih lanjut, Nuraini menjelaskan bahwa Musda Dekranasda 2025 memiliki dua agenda utama: penetapan susunan kepengurusan Dekranasda periode 2025–2030 dan penyusunan program kerja untuk lima tahun ke depan. Ia berharap, pengurus terpilih dapat berdedikasi dan amanah dalam memajukan ekonomi kreatif Kulon Progo, serta menjadi mitra strategis bagi para perajin dan pelaku UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi kreatif. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dekranasda DIY, Tazbir Abdullah, mengapresiasi penyelenggaraan Musda Dekranasda Kulon Progo sebagai bagian dari proses pengorganisasian yang strategis. Ia berharap Musda ini dapat membawa perubahan positif dan mengakselerasi pertumbuhan produk-produk unggulan dari Kulon Progo. “Yang penting adalah pergerakannya makin cepat. Dengan begitu, pertumbuhan produk-produk unggulan dari Kulon Progo juga akan semakin pesat,” pungkas Tazbir.

News

Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Kulon Progo, Satu Pengendara Luka-Luka

Kembang, Kulon Progo – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Milir–Dayakan, tepatnya di barat Tikungan Kembang, pada Selasa siang (24/6/2025). Insiden ini menyebabkan satu pengendara mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengonfirmasi kejadian tersebut. Dua kendaraan yang terlibat adalah Yamaha Mio dengan nomor polisi AB-28XX-K dan Honda Beat bernomor polisi AB-20XX-BJ. Pengendara Yamaha Mio diidentifikasi sebagai EW (36), seorang pria warga Sentolo, Kulon Progo. Sementara itu, pengendara Honda Beat adalah AF (19), seorang wanita warga Sewon, Bantul. “Korban [AF] mengalami luka pada kaki kanan dan kiri,” jelas Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi pada Selasa (24/6/2025). Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan terjadi saat Honda Beat melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan Yamaha Mio yang datang dari arah berlawanan (timur ke barat). Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. “Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan,” tambah Sarjoko.

Scroll to Top