polda diy

News

2.338 Botol Miras Ilegal Disita: Komitmen Polda DIY Wujudkan Jogja Aman

Radio Persatuan – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) ilegal. Sebanyak 2.338 botol miras ilegal dari berbagai jenis berhasil disita dalam Operasi Miras Tahap II yang telah memasuki pekan kedua. Operasi ini diklaim sebagai langkah preventif untuk menekan angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap dipicu oleh konsumsi miras, terutama menjelang perayaan besar. Barang bukti yang diamankan mencakup 982 botol miras golongan A, 915 botol golongan B, 130 botol golongan C, 272 botol miras oplosan, serta 39 botol arak Bali. Jumlah ini menandakan masih tingginya peredaran miras ilegal di wilayah DIY, sebuah persoalan yang terus menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menegaskan komitmen pihaknya untuk tidak memberikan toleransi terhadap peredaran miras ilegal. “Kami terus melakukan upaya penindakan dan pengawasan secara intensif di lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi tempat penyimpanan maupun distribusi miras tanpa izin,” ujar Ihsan, Senin (21/7/2025). Ia menambahkan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menciptakan rasa aman dan mencegah potensi gangguan kamtibmas yang sering kali dipicu oleh konsumsi miras. Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan kepolisian bahwa miras ilegal merupakan salah satu pemicu utama tindak kriminalitas dan ketidaktertiban. Namun, penangkapan ribuan botol miras ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas jangka panjang dari operasi semacam ini. Apakah penindakan saja cukup untuk mengatasi akar masalah kamtibmas yang lebih kompleks, ataukah diperlukan pendekatan yang lebih holistik, seperti edukasi masyarakat dan pengawasan terhadap jalur distribusi? Peran Serta Masyarakat dan Tantangan di Depan Polda DIY tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat. Kombes Pol Ihsan mengajak warga untuk tidak menjual, mengedarkan, maupun mengonsumsi miras ilegal, serta melaporkan jika menemukan praktik serupa di lingkungan sekitar. Imbauan ini penting, mengingat peran masyarakat sangat vital dalam membantu aparat menjaga keamanan. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah kecil. Selain pengawasan yang ketat, isu peredaran miras ilegal juga berkaitan dengan faktor ekonomi dan sosial. Banyaknya miras oplosan yang disita menunjukkan adanya potensi bahaya kesehatan yang serius bagi pengonsumsinya, di samping risiko kamtibmas. Polda DIY memastikan Operasi Miras Tahap II ini akan terus berlanjut dengan sasaran yang lebih luas dan penindakan yang lebih tegas. Targetnya adalah menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat Yogyakarta. Keberlanjutan operasi ini diharapkan dapat memberikan efek jera, namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada bagaimana Polda DIY juga dapat menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat, untuk mengatasi permasalahan miras ilegal dari berbagai sudut pandang, tidak hanya sebatas penindakan hukum semata.

News

Polda DIY Gencar Salurkan Makanan Bergizi Gratis, Ribuan Siswa di Kulonprogo Jadi Sasaran Awal

Radio Persatuan, – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merealisasikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui penyaluran ribuan paket makanan bergizi gratis kepada siswa sekolah di Kabupaten Kulonprogo. Program ini, yang berpusat di Dapur Sarana Pendidikan dan Pengembangan Generasi (SPPG) milik Polda DIY di Mako Yon B Satbrimob Sentolo, telah mendistribusikan 1.954 paket dalam dua hari berturut-turut, Senin (14/7) dan Selasa (15/7). Penyaluran perdana ini menandai dimulainya operasional Dapur SPPG setelah rampungnya pembangunan gedung. Ribuan paket makanan tersebut disalurkan kepada siswa di tiga kelurahan di Kulonprogo: Kaliagung, Sentolo, dan Banguncipto. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyatakan bahwa seluruh proses operasional berjalan tanpa hambatan. “Kami bersyukur proses distribusi bantuan dari program pemerintah ini dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran dan dinikmati oleh para siswa penerima,” ujarnya pada Rabu (16/7). Sebelum peluncuran resmi, Dapur SPPG telah menjalani uji coba pada Jumat, 13 Juni 2025. Sebanyak 500 paket makanan dimasak dan dibagikan kepada personel Yon B Satbrimob Polda DIY. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses dan kualitas makanan yang dihasilkan. “Secara umum, hasil dari trial, kemudian pendistribusian pertama ini sangat baik. Mulai dari rasa, kandungan gizi, tampilan makanan, hingga kebersihan dan kemasannya sudah memenuhi standar,” jelas Kombes Pol Ihsan. Program Dapur SPPG ini tidak berhenti di Kulonprogo. Polda DIY berencana untuk memperluas jangkauan program ini dengan membangun empat Dapur SPPG lainnya di kabupaten berbeda yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Kombes Pol Ihsan menegaskan komitmen Polda DIY untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan serta pengembangan generasi muda. “Kami terus berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan lima dapur SPPG yang tersebar di wilayah DIY guna mendukung program Pemerintah,” tambahnya. Melalui inisiatif ini, Polda DIY mempertegas perannya sebagai mitra aktif pemerintah dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Program ini diharapkan dapat meringankan beban siswa dan keluarga mereka, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap masa depan generasi penerus.

News

Turnamen Mini Soccer Sambut HUT Ke-79 Polri, Polda DIY dan Wartawan Pererat Silaturahmi

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Jogja (Warjog) sukses menggelar turnamen mini soccer antarwartawan pada Minggu (22/6/2025). Ajang tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Polri. Turnamen yang telah memasuki edisi ketiga ini diikuti oleh 50 wartawan dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama ke gawang oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol. Eddy Junaidi, yang langsung berbuah gol. Brigjen Eddy Junaidi mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan inisiasi dari rekan-rekan media yang tergabung dalam Warjog. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, turnamen ini tidak hanya diikuti oleh Pejabat Utama Polda DIY, tetapi juga para Kapolresta dan Kapolres se-DIY turut bertanding,” ujarnya. Ia menekankan bahwa turnamen mini soccer bertajuk ‘Bal-balan Sareng Polisi’ ini bukan sekadar ajang olahraga dan penerapan gaya hidup sehat, melainkan juga bukti eratnya silaturahmi dan soliditas antara jajaran Polda DIY dengan rekan-rekan wartawan. Wakapolda berharap, melalui turnamen ini, kerja sama yang telah terjalin dengan media semakin solid di masa mendatang. Ia juga berencana berkoordinasi dengan Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, untuk menjajaki peluang kerja sama lainnya. “Pesan saya, jangan terlalu serius bermain, santai saja. Saya ingatkan jangan sampai ada cedera sekecil apapun demi sukses dan lancarnya acara ini,” tegasnya. Ketua Pelaksana Turnamen, Fauzan Ahmad Hardono, yang merupakan wartawan JogjaTV, menyampaikan terima kasih atas dukungan Polda DIY dalam penyelenggaraan turnamen yang sudah ketiga kalinya ini. Dua turnamen sebelumnya juga sukses digelar pada tahun 2024. “Tahun lalu, kerja sama antara Polda DIY dan rekan-rekan Warjog sangat efektif. Ini dibuktikan dengan dilibatkannya teman-teman dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan,” ungkap Fauzan. Mewakili komunitas Warjog, Fauzan berharap kerja sama dan soliditas yang telah terbentuk dengan jajaran Polda DIY akan semakin erat. Ia juga mengapresiasi kehadiran 50 wartawan yang meluangkan waktunya untuk bertanding. Baginya, kekompakan sesama wartawan harus terus terjalin dengan harapan akan melahirkan pertukaran ide dan gagasan yang berujung pada peluang-peluang ekonomi baru. Sebelum turnamen utama yang mempertemukan semua awak media dalam empat grup (A, B, C, D), tim Polda DIY melawan tim Warjog dalam pertandingan pembuka. Dalam durasi 2×10 menit, tim Polda DIY berhasil mengalahkan tim Warjog dengan skor 4-1. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, berhasil menyarangkan dua gol dalam laga tersebut. Turnamen utama yang menggunakan format empat tim bertemu di setiap grup, mencapai puncaknya pada partai final yang mempertemukan tim A melawan tim B. Pertandingan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, sehingga dilanjutkan dengan adu penalti dengan format tiga penendang. Kiper tim A, Christian Yanuar (Sorot.com), tampil gemilang dengan berhasil memblok dua tendangan penalti tim B. Sementara itu, dua penendang tim A tidak berhasil menjebol gawang tim B yang dikawal oleh Yohanes Angga (Hariane.com). Dengan kedudukan imbang, pemenang ditentukan melalui satu tendangan penalti tambahan. Meskipun sempat terlihat ragu, algojo tim A, Azka Ramadhan (TribunJogja), berhasil membawa timnya meraih juara pertama setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti penentu.

Scroll to Top