Modus Penipuan Berkedok Rekrutmen PNS Terbongkar di Gunungkidul, Nama Bupati Dicatut

Kurniawan Restu Aji saat menceritakan kronologi kejadian penipuan yang dialami oleh ayah mertuanya. Foto : (Hariane/Ramadhani).

Warga Padukuhan Ngaliyan, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, nyaris menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen pegawai negeri yang mencatut nama Bupati Gunungkidul. Pelaku, seorang pria berinisial B, menjanjikan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan imbalan sejumlah uang.

Kasus ini terungkap setelah Kurniawan Restu Aji, salah satu kerabat korban, mulai mencurigai modus operandi pelaku. Ayah mertua Kurniawan awalnya berniat menjual tanah dan meminta bantuan seorang tokoh masyarakat setempat. Dari sana, ia diperkenalkan dengan B yang mengaku warga Tanjungsari.

Modus Operandi: Janji Manis Pekerjaan Dinas

Komunikasi antara ayah mertua Kurniawan, B, dan tokoh masyarakat tersebut berkembang melampaui urusan jual beli tanah. B kemudian menawarkan peluang kerja di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gunungkidul, khususnya di Dinas Pemberdayaan Perempuan, dengan dalih memiliki kedekatan dengan Bupati Gunungkidul.

“B ini menawarkan kepada bapak mertua saya bahwa anaknya bisa masuk dan bekerja di Dinas Pemberdayaan Perempuan, karena ia mengaku memiliki relasi dekat dengan Bupati Gunungkidul,” papar Kurniawan.

Beberapa kali pertemuan dilakukan, dan komunikasi semakin intens. B akhirnya meminta uang sebesar Rp10 juta kepada ayah mertua Kurniawan sebagai “uang pelicin” untuk memuluskan proses penerimaan.

Kecurigaan dan Pengembalian Uang

“Saat itu, ayah dan ibu mertua saya memberikan uang sebesar Rp10 juta. Saya sendiri curiga dengan B, yang mengaku memiliki atasan dekat dengan Bupati dan punya akses khusus,” ungkap Kurniawan.

Berbekal kecurigaan tersebut, Kurniawan mencari informasi dari relasinya dan menemukan indikasi kuat adanya penipuan. Setelah mengumpulkan informasi, ia segera menghubungi B dan menuntut pengembalian uang. “Awalnya berbelit-belit, namun akhirnya uang tersebut dikembalikan,” imbuhnya.

Polisi Selidiki Kasus Serupa di Tanjungsari

Beberapa waktu setelah kejadian ini, unggahan di media sosial muncul menampilkan foto B terkait dugaan penipuan serupa yang menimpa warga Tanjungsari. Unggahan tersebut juga memuat tangkapan layar percakapan yang menunjukkan permintaan uang muka untuk masuk ke Dinas Perpustakaan.

“Lha, ternyata korbannya bukan hanya keluarga saya. Ada juga yang dimintai Rp25 juta. Atas kejadian seperti ini, saya berharap tidak ada lagi korban yang tergiur oleh iming-iming pekerjaan dengan syarat membayar sejumlah uang,” tegas Kurniawan, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati.

Secara terpisah, Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyanta, membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan penipuan dengan modus serupa.

“Pada 21 April 2025 lalu, kami menerima laporan dari seorang warga terkait dugaan penipuan dengan modus iming-iming pekerjaan di Dinas Perpustakaan. Awalnya korban diminta Rp25 juta, namun baru memberikan Rp9 juta. Janji tersebut tidak pernah dipenuhi, hingga akhirnya korban melapor ke Polsek Tanjungsari,” jelas AKP Agus.

Ia menambahkan, “Benar, ada warga di wilayah hukum kami yang melaporkan kasus tersebut. Kejadiannya awal Juni. B, yang mengaku warga Jawa Timur, sering datang ke warung temannya di Tanjungsari. Di situlah ia berkenalan dengan korban dan mengaku bisa memasukkan kerja di dinas karena memiliki atasan dekat dengan Bupati. Warga itu tertarik dan memberikan uang Rp9 juta kepada B.”

Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut dari janji tersebut, sehingga korban meminta uangnya kembali. “Katanya, B bersedia mengembalikan uang tersebut. Untuk kasus ini, kami masih melakukan penyelidikan,” tutup Kapolsek.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang mensyaratkan pembayaran sejumlah uang, terutama jika mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah. Hal ini untuk menghindari potensi penipuan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top