News

News

Keberagaman Budaya Nusantara Pukau Malioboro dalam Ajang Nusantara Menari

Radio Persatuan – Ribuan seniman dari berbagai daerah di Indonesia memukau kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Rabu (6/8/2025) malam. Mereka menari bersama dalam sebuah gelaran akbar bertajuk Indonesian Street Performance Jogja Cross Culture: Nusantara Menari. Acara ini sukses menyatukan keberagaman seni budaya dari Sabang sampai Merauke dalam satu panggung terbuka di ruang publik ikonik tersebut. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 ini, bukan sekadar pertunjukan tari biasa. Menurut Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, “Nusantara Menari merupakan pertemuan dan interaksi langsung antara para peserta karnaval dan masyarakat Yogyakarta melalui street performance atau seni pertunjukan di ruang publik.” Tiga Bingkai Warisan Budaya Mempererat Solidaritas Nusantara Menari terbagi dalam tiga bingkai utama yang menampilkan kekayaan warisan budaya Indonesia, sekaligus mempererat solidaritas antardaerah. Bingkai pertama, Pusaka Wastra Nusantara, menampilkan para penari dengan kain khas dari daerah masing-masing. Wastra, atau kain tradisional, tidak hanya merepresentasikan keindahan visual, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi sandang Nusantara di masa lampau. Selanjutnya, pada bingkai Pusaka Kriya Nusantara, para penampil membawakan seni kerajinan topeng. Hasto Wardoyo menjelaskan, “Ragam gaya topeng mencerminkan kreativitas, daya imajinasi, serta identitas budaya tiap daerah. Topeng menjadi cermin hidup dari pusaka kriya Nusantara.” Terakhir, bingkai Pusaka Ksatria Nusantara mengangkat figur lokal hero dari setiap daerah, yang menjadi simbol kualitas manusia unggul. Penampilan ini juga dilengkapi dengan senjata tradisional, melambangkan semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan. Selain melibatkan seniman dari anggota JKPI, acara ini juga menampilkan penari dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta, semakin memperkaya ragam pertunjukan yang ada. Gelaran ini memanfaatkan Malioboro, yang merupakan bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta, sebagai ruang kultural strategis. Pemerintah Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Jogja Cross Culture (JCC) untuk menjadikan acara ini sebagai etalase budaya Nusantara, sekaligus penggerak ekonomi kreatif. “Mari jadikan kegiatan Nusantara Menari sebagai penggerak ekonomi kreatif agar seluruh warga dapat merasakan dampak nyata,” pungkas Wali Kota Hasto. Gelaran ini membuktikan bahwa seni budaya memiliki peran sentral tidak hanya dalam melestarikan warisan, tetapi juga dalam membangun kebersamaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

News

Nelayan Gunungkidul Waspada: Gelombang Tinggi Rusak Sejumlah Kapal

Radio Persatuan – Gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (6/8) dini hari mengakibatkan beberapa kapal nelayan mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi setelah gelombang pasang menerjang sejumlah pantai sejak Selasa (5/8) malam. Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, satu kapal di Pantai Ngandong pecah akibat terjangan ombak. “Satu kapal yang pecah ini belum sempat dinaikkan ke daratan,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Beruntung, para nelayan segera bergerak cepat untuk mengevakuasi kapal-kapal mereka sehingga kerusakan tidak meluas. Di Pantai Baron, dampaknya lebih parah. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, melaporkan lima kapal nelayan terbalik. “Lima kapal nelayan hanyut terseret arus ke selatan dan terbalik karena tali pengikatnya putus,” jelasnya. Tiga kapal berhasil dievakuasi oleh nelayan dan personel Satlinmas, sementara dua lainnya masih tenggelam. Marjono mengimbau agar para nelayan di kawasan Gunungkidul selalu berhati-hati dan tidak memaksakan diri melaut jika gelombang masih tinggi. Sejumlah pantai yang terdampak gelombang tinggi ini meliputi Pantai Baron, Sundak, Ngandong, dan Siung. Gelombang tinggi ini merupakan siklus cuaca tahunan yang biasa terjadi.

News

Komisi A DPRD DIY Desak PPATK Batalkan Pemblokiran Rekening Dormant

Radio Persatuan – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menghentikan kebijakan pemblokiran rekening yang berstatus dormant atau tidak aktif selama tiga bulan. Kebijakan ini dinilai merugikan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pasien, karena menghambat transaksi penting seperti pembayaran biaya pendidikan dan kesehatan. Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan bahwa PPATK telah melampaui kewenangannya dengan memblokir rekening yang hanya berstatus tidak aktif. Menurutnya, pemblokiran seharusnya dilakukan jika ada indikasi tindak pidana, bukan sekadar rekening pasif. “Kebijakan ini keliru dan harus segera dihentikan. Status dormant tidak termasuk parameter pemblokiran sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Eko Suwanto. Ia menjelaskan, berdasarkan undang-undang, pemblokiran rekening hanya sah dilakukan jika terkait dengan aktivitas mencurigakan seperti pencucian uang, terorisme, atau tindak pidana lain yang dilaporkan oleh lembaga berwenang seperti polisi atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eko mencontohkan, banyak mahasiswa di DIY yang mengalami kesulitan saat akan membayar SPP karena rekeningnya terblokir. Padahal, rekening tersebut memang hanya digunakan untuk keperluan pembayaran kuliah dan tidak dipakai untuk transaksi lain. Hal ini menyebabkan penundaan pembayaran dan merepotkan pemilik rekening yang harus mengurus pembukaan blokir. “PPATK seharusnya bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, bukan malah menjalankan kebijakan yang bertentangan dengan undang-undang,” pungkasnya.

News

Warga Tangkap Pencuri Kotak Infak Mushola di Sleman, Pelaku Sempat Kabur

Radio Persatuan – Seorang pemuda berinisial TNTG (20), warga Margorejo, Tempel, Sleman, ditangkap warga setelah diduga mencuri kotak infak di Mushola Al Huda, Gundengan Lor, Margorejo. Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/8/2025) malam dan kini pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Kejadian bermula saat seorang warga, GMD (24), mendapat telepon dari tantenya yang curiga melihat pintu belakang mushola terbuka. Sekitar pukul 22.00 WIB, GMD langsung mendatangi lokasi dan memergoki TNTG di dalam mushola. Sempat terjadi upaya penahanan, namun TNTG berhasil melarikan diri. Dengan sigap, GMD dan warga sekitar melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan diamankan. Setelah diperiksa, kotak infak di mushola tersebut diketahui sudah dalam keadaan kosong. Terkait peristiwa ini, M (48) selaku perwakilan warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tempel. Kerugian dari pencurian ini ditaksir mencapai Rp219.000. Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan pelaku. “Penyidik saat ini tengah melengkapi berkas perkara serta mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain,” ujar Salamun, Selasa (5/8/2025). Pihak Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib demi menjaga keamanan lingkungan.

News

Izin Stadion Sultan Agung untuk PSIM Diberikan, Ada Syarat Pembatasan Penonton

Radio Persatuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul secara resmi telah mengizinkan klub sepak bola PSIM Yogyakarta menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai markas mereka untuk gelaran BRI Super League 2025/2026. Namun, izin ini diberikan dengan beberapa catatan penting, terutama terkait perbaikan fasilitas dan pembatasan jumlah penonton. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi stadion. “Secara umum, SSA masih layak untuk digunakan. Hanya saja, ada beberapa fasilitas pendukung yang perlu diperbaiki,” kata Halim pada Senin (4/8/2025). Beberapa perbaikan yang disyaratkan meliputi pintu-pintu yang macet dan sejumlah toilet yang rusak. Halim menegaskan bahwa perbaikan tersebut menjadi tanggung jawab manajemen PSIM. “Silakan kalau PSIM mau pakai, ya itu diperbaiki,” ujarnya. Selain perbaikan fasilitas, Pemkab Bantul juga memberikan syarat ketat terkait kapasitas penonton. Halim menjelaskan bahwa penggunaan tribun tidak boleh mencapai 100%. “Tribun terbuka maksimal hanya 10.000 penonton, sementara tribun VIP maksimal 1.000,” jelasnya. Pembatasan ini diberlakukan karena beberapa fasilitas belum diperbaiki sepenuhnya. Halim juga menekankan pentingnya keamanan selama pertandingan. Ia mengingatkan manajemen PSIM untuk bertanggung jawab penuh atas para suporter. “Kami hanya ketempatan, mereka meminjam lapangan SSA, dan soal keamanan kalian harus bertanggung jawab,” tegasnya. Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menyambut baik kabar ini. “Alhamdulillah, Stadion Sultan Agung ini layak untuk digunakan pertandingan kompetisi dengan penonton,” katanya. Izin penggunaan SSA menjadi alternatif penting di tengah ketidakjelasan izin penggunaan Stadion Maguwoharjo di Sleman, yang selama ini menjadi opsi utama. Wendy mengatakan pihaknya perlu mengantisipasi kemungkinan tidak bisa menggunakan Maguwoharjo. “Kami juga harus mengantisipasi beberapa pertandingan yang kemungkinan besar tidak bisa dilakukan di Stadion Maguwoharjo,” pungkasnya.

News

Kerugian Puluhan Juta, Aksi Pencurian Sekolah di Sleman Terekam CCTV

Radio Persatuan – Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Moyudan, Sleman, menjadi korban pencurian hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Aksi pelaku yang berjumlah dua orang terekam jelas oleh kamera CCTV, dan kini polisi tengah melakukan penyelidikan. Peristiwa ini pertama kali mencuat di media sosial X setelah akun @merapi_uncover mengunggah foto kondisi sekolah yang berantakan, Minggu (3/8/2025). Akun tersebut juga membagikan video CCTV yang menunjukkan dua orang pelaku memasuki area sekolah pada malam hari. “Kejadian tadi malam dini hari, baru ketahuan siang ini (Minggu). Kejadian di MI Bina Umat Moyudan Sleman,” tulis pengunggah video. Ia berharap warganet dapat membantu mengenali pelaku yang wajahnya terekam jelas. Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polsek Moyudan menerima laporan pada Minggu (3/8/2025) terkait dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di MI Bina Umat. Menurut keterangan Salamun, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua orang guru, AY dan MF, sekitar pukul 10.45 WIB. Saat tiba di sekolah, mereka menemukan jendela ruang guru terbuka dan kondisi ruangan sudah berantakan. Setelah diperiksa, uang tunai yang disimpan di laci meja raib. Akibat kejadian ini, pihak sekolah melalui bendahara yayasan, LS, melaporkan kerugian mencapai Rp50.678.000. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Polsek Moyudan bersama Satreskrim Polresta Sleman. Pelaku Terekam Jelas, Polisi Berharap Bisa Segera Terungkap Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang pelaku beraksi pada malam hari. Wajah mereka terekam jelas, dan hal ini menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian. Dengan adanya rekaman CCTV yang jelas, polisi optimis dapat segera mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Polsek Moyudan dan Satreskrim Polresta Sleman terus berkoordinasi untuk mendalami kasus ini. Penyelidikan lanjutan kini difokuskan pada identifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV serta pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti di lokasi kejadian.

News

FSY 2025 Tegaskan Sastra Pesantren Sebagai Kekuatan Kultural

Radio Persatuan – Peran perempuan dalam ekosistem sastra pesantren menjadi sorotan utama dalam diskusi “Talkshow: Sastra Pesantren” di Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2025. Acara yang berlangsung di Panggung Pasar Sastra, Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (31/7/2025) ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu anggota DPD RI Hilmy Muhammad; penulis sekaligus pengasuh PP Darussalam SGE Sumenep, Raedu Basha; serta pendiri Komunitas Perempuan Membaca, Iffah Hannah. Dalam diskusi tersebut, Iffah Hannah menyoroti bagaimana sastra pesantren juga menjadi medium untuk pemberdayaan perempuan. Ia mencontohkan novel Hati Suwita yang tidak didistribusikan melalui jalur buku konvensional, melainkan menyebar luas melalui jejaring ibu-ibu dalam kegiatan pemberdayaan perempuan. “Ini menunjukkan bahwa sastra pesantren juga menjadi medium pemberdayaan perempuan. Ia mengangkat pengalaman dan spiritualitas perempuan dari ruang domestik ke ruang publik,” ujar Iffah. Sementara itu, Hilmy Muhammad membuka diskusi dengan membacakan puisi reflektif yang menggambarkan sastra pesantren sebagai “warisan para wali”. Menurutnya, sastra pesantren bukan sekadar teks, melainkan “pengetahuan pengalaman” yang hidup dalam syair, doa, dan guyonan bermakna, serta berfungsi sebagai jejak zikir. Senada dengan Hilmy, Raedu Basha menjelaskan bahwa sastra pesantren merupakan hasil perenungan para kiai yang diwariskan sebagai ajaran hidup. “Ia lahir dari pesantren untuk umat. Mungkin disebut sastra oleh kalangan luar, tetapi bagi pesantren, ia adalah ajaran,” terang Raedu. Diskusi ini juga mengupas pengaruh kitab kuning dan manuskrip pesantren terhadap sastra kontemporer. FSY 2025 melalui sesi ini menegaskan bahwa sastra memiliki fungsi lebih dari sekadar estetika, namun juga sebagai cermin spiritualitas dan perjuangan identitas. Sastra pesantren, dengan akarnya yang kuat pada tradisi lokal, hadir sebagai kekuatan kultural yang relevan dalam konteks global.

News

Polisi Bongkar Sindikat Judi Online di Bantul, Pelaku Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Radio Persatuan – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY berhasil membongkar sindikat perjudian online yang beroperasi di sebuah rumah kontrakan di Banguntapan, Bantul. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada 10 Juli 2025 lalu, lima orang pelaku ditangkap beserta sejumlah barang bukti. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas perjudian online. Berdasarkan laporan tersebut, tim gabungan dari Ditintelkam dan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda DIY melakukan penyelidikan dan penggerebekan. Para pelaku, yang terdiri dari RDS (32), EN (31), DA (22), NF (25), dan PA (24), ditemukan sedang mengoperasikan akun-akun judi online saat polisi tiba. Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Slamet Riyanto, menjelaskan bahwa kelima pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan sindikat ini. Tersangka RDS bertindak sebagai otak sekaligus koordinator, yang bertugas menyediakan sarana, modal, dan situs judi. Sementara empat pelaku lainnya berperan sebagai operator yang mengoperasikan akun-akun judi. “Tersangka RDS adalah ‘host’ yang menyiapkan link atau situs judi, serta menyediakan komputer. Dia kemudian menyuruh empat orang ‘karyawannya’ untuk memasang judi online,” kata Slamet pada Kamis (31/7/2025). Menurut Slamet, sindikat ini telah beroperasi sejak November 2024. Setiap hari, setiap operator mengendalikan hingga 10 akun judi online untuk memaksimalkan keuntungan. Mereka juga menyiapkan akun cadangan untuk digunakan jika akun utama kalah taruhan. Dari hasil operasi ilegal ini, para pelaku diperkirakan meraup omzet hingga Rp50 juta setiap bulan. RDS diketahui menggaji karyawannya sebesar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per minggu. Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain lima unit ponsel, empat unit komputer, satu plastik kartu SIM bekas, serta buku dan hasil cetak rekening bank yang digunakan untuk transaksi. Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 45 Ayat 3 jo Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 303 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar. Polda DIY mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib melalui call center 110 atau akun media sosial resmi Polda DIY. Penindakan tegas terhadap kejahatan siber ini merupakan komitmen Polda DIY untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Yogyakarta.

News

Pemerintah Gunungkidul Targetkan SPAMDes 15 Lokasi Rampung Tahun Ini

Radio Persatuan – Permasalahan ketersediaan air bersih di Kabupaten Gunungkidul, khususnya di wilayah pinggiran dan dataran tinggi, kembali menjadi sorotan. Meskipun sejumlah program telah diluncurkan, tantangan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Namun, harapan baru muncul melalui inisiatif pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan (SPAMDes), yang tahun ini menargetkan 15 lokasi. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah SPAMDes di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar. Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang kesulitan air, terutama saat musim kemarau. Menurut Ketua Kelompok Pengelola SPAM dan Sanitasi (KPSPAMS) Banyuku, Sutejo, selama ini masih ada warga di dua RT yang belum terjangkau jaringan pipa, sehingga terpaksa membeli air tangki. “Program ini sangat kami harapkan. Warga tidak perlu lagi membeli air tangki atau mengambil dari sungai. Ini sangat membantu,” ujar Sutejo. Solusi Jangka Panjang untuk Warga Kedungpoh Sutejo menjelaskan, meskipun wilayahnya pernah mendapatkan program serupa, cakupannya terbatas. Kali ini, pemerintah menambah satu bak reservoir baru, sehingga total ada tiga bak, yang diharapkan dapat melayani seluruh warga di Padukuhan Kedungpoh Kidul. Pembangunan fasilitas ini kini telah mencapai 60%. “Dengan tiga bak reservoir, kami optimistis seluruh warga bisa mendapatkan air bersih, terutama saat kemarau,” tambahnya. Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjamin akses yang terjangkau bagi masyarakat. Tarif yang dikenakan hanya Rp3.000 per meter kubik, dengan pengelolaan pembayaran yang diserahkan kepada kelompok masyarakat. Hal ini diharapkan meringankan beban warga. Komitmen Pemerintah dan Detail Proyek Bupati Gunungkidul menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah air bersih melalui program strategis seperti SPAMDes. Proyek di Kedungpoh ini didanai dengan anggaran sebesar Rp238 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun reservoir, memompa air dari sumur, dan memasang jaringan pipa sepanjang dua kilometer menuju rumah-rumah warga. “Air dari sumur akan ditarik ke atas, lalu disalurkan ke rumah warga,” jelas Endah Subekti Kuntariningsih. Sistem ini dirancang untuk menyalurkan debit air sebesar dua liter per detik dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 50 kepala keluarga.

News

Pencarian Wisatawan Jakarta di Pantai Siung Dihentikan, Keluarga Berharap Mukjizat

Radio Persatuan – Operasi pencarian Azka Nurfadhilah (20), wisatawan asal Jakarta yang hilang di Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul, resmi dihentikan pada Selasa (29/7/2025) pukul 17.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah upaya penyisiran selama tiga hari oleh tim SAR gabungan tidak membuahkan hasil, sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) pencarian korban hilang. Azka dilaporkan hilang sejak Minggu (27/7/2025). Selama tiga hari, tim SAR yang terdiri dari Satlinmas Rescue Istimewa, Basarnas, Kepolisian, dan sejumlah relawan telah berupaya maksimal untuk menemukan keberadaannya. Cuaca Buruk Jadi Kendala Utama Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1, Sunu Handoko, menjelaskan bahwa cuaca buruk menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. “Gelombang tinggi, angin kencang, dan cuaca hujan ekstrem melanda kawasan pantai selatan Gunungkidul. Ini menyebabkan tim tidak bisa mengerahkan jet ski maupun perahu untuk penyisiran laut,” ujar Sunu di Pos SAR Pantai Siung, Selasa (29/7/2025). Pada hari terakhir operasi, tim SAR hanya bisa fokus pada penyisiran jalur darat. Seluruh personel dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran udara menggunakan drone dengan radius 1 kilometer ke arah timur dan barat Watu Togok. Sementara itu, SRU 2 menyisir tebing sejauh 2 kilometer ke barat Pos SAR Gabungan, dan SRU 3 menyisir tebing hingga 1 kilometer ke arah timur. “Saat melakukan penyisiran, personel juga menghadapi kendala hujan deras yang membuat jalur bebatuan menjadi licin,” tambah Sunu. Hingga apel penutupan operasi pada pukul 17.00 WIB, Azka belum juga ditemukan. Patroli Berkala Tetap Dilakukan Meski operasi besar dihentikan, Sunu menegaskan bahwa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1 akan tetap melakukan patroli dan monitoring secara berkala di sekitar lokasi kejadian. “Patroli dan monitoring akan tetap dilakukan, sekalipun tidak seintensif tiga hari operasi yang sudah berjalan,” jelasnya. Secara terpisah, Kapolsek Tepus, AKP Solechan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga Azka yang setia mendampingi selama proses pencarian. Meskipun memahami kondisi dan situasi di lokasi, keluarga masih menyimpan harapan besar agar Azka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. “Harapan dari keluarga, (Azka) segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar AKP Solechan, menggarisbawahi kegigihan keluarga di tengah situasi yang sulit.

Scroll to Top