Uncategorized

Uncategorized

Penipuan Jual Beli Perusahaan: Pengusaha Konveksi Rugi Miliaran, Terdakwa Gunakan Dalih Agama

Radio Persatuan – Seorang pengusaha konveksi di Kabupaten Bantul, Abi Husni, mengalami kerugian fantastis setelah tertipu hingga Rp 2 miliar. Korban mengaku diperdaya oleh terdakwa berinisial YAM, yang bahkan menggunakan dalil agama untuk memuluskan aksinya. Kasus penipuan yang telah dilaporkan ini kini sedang bergulir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Kasus ini bermula ketika YAM, terdakwa, menawarkan diri untuk membeli perusahaan konveksi milik Abi Husni senilai Rp 2 miliar. Abi yang terbuai janji dan rayuan pelaku akhirnya menyetujui transaksi tersebut. Sebagai tanda jadi, terdakwa memberikan uang muka sebesar Rp 50 juta. Namun, alih-alih melunasi pembayaran, terdakwa justru meyakinkan korban untuk mengalihkan akta perusahaan terlebih dahulu. Dalihnya, pengalihan akta itu diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman ke bank. Korban yang sudah terlanjur percaya menuruti permintaan tersebut. “Banyak kalimat dan janji-janji yang dikeluarkan terdakwa kepada saya, makanya saya sangat percaya. Dia bilang punya banyak aset, hanya terkendala uang tunai. Saya termakan omongan itu,” ungkap Abi di persidangan, Selasa (9/8). Setelah akta perusahaan beralih nama, korban hanya menerima uang senilai Rp 450 juta dari total Rp 2 miliar yang dijanjikan. Pembayaran itu pun diberikan secara dicicil. Abi yang berkali-kali menagih sisa pembayaran hanya mendapat beragam alasan dari terdakwa. “Saya baru sadar sudah dibohongi. Uang yang masuk hanya Rp 450 juta, itu pun dicicil. Sisanya tidak pernah dibayar,” tegas Abi. Akibat penipuan ini, perusahaan konveksi yang telah dibangun Abi sejak 2014 beralih tangan ke terdakwa sejak Desember 2022. Meskipun telah berpindah kepemilikan, perusahaan tetap beroperasi dengan omzet mencapai Rp 800 juta. Sayangnya, 30 karyawan perusahaan tidak digaji dan utang kepada para vendor pun tidak terbayarkan. Puncaknya, usaha konveksi itu akhirnya berhenti beroperasi pada April 2023 setelah kontrak sewa tempat habis. Dalam sidang, majelis hakim sempat mempertanyakan keputusan korban yang begitu mudah percaya. “Saya pikir karena sudah percaya, cukup kuitansi saja. Ternyata itu yang jadi senjata dia,” ujar Abi, menyesali keputusannya hanya menerima bukti pembayaran dalam bentuk salinan digital (soft copy). Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa YAM, Ariyanto, berpendapat bahwa kasus ini seharusnya tidak sepenuhnya dianggap sebagai tindak pidana penipuan. Ia berdalih, hubungan hukum antara kliennya dan korban perlu dipastikan terlebih dahulu, apakah itu merupakan jual beli atau utang-piutang. “Kalau memang itu utang, harusnya diselesaikan secara perdata, bukan pidana,” ujar Ariyanto. Kasus ini masih terus bergulir di pengadilan, menyisakan kerugian besar bagi korban dan nasib yang tidak jelas bagi puluhan karyawan.

Uncategorized

Ketika Sekolah Tak Lagi Berpenghuni: Fenomena Sepinya Bangku SD di Gunungkidul

Senin pagi di pertengahan Juni 2025, bangku-bangku kosong di 14 Sekolah Dasar di Gunungkidul terasa lebih sepi dari biasanya. Bukan karena libur sekolah, melainkan karena ketiadaan riuh rendah calon siswa baru. Sebuah fenomena yang mengkhawatirkan, ketika gerbang sekolah dibuka lebar, namun tak ada satu pun tangan kecil yang mengetuk untuk mendaftar. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mencatat, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi saksi bisu fenomena ini. Sebanyak 14 SD, baik negeri maupun swasta, harus menghadapi kenyataan pahit: nihil pendaftar. “Ada 14 sekolah yang tidak memiliki pendaftar siswa baru pada tahun ajaran ini. Itu berdasarkan data dari sistem online,” terang Nunuk Setyowati, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, pada Selasa (17/06/2025). SPMB jenjang SD yang dibuka secara daring pada 3 hingga 5 Juni 2025 itu rupanya tidak membawa angin segar bagi sejumlah sekolah. Di antara ratusan SD yang berpartisipasi, beberapa di antaranya seolah ‘terlupakan’, tak menarik minat calon siswa sedikit pun. Daftar Sekolah yang Sepi PeminatNunuk merinci, sekolah-sekolah yang tak mendapatkan siswa baru tersebut meliputi: Sekolah Negeri: Sekolah Swasta: Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan tak tinggal diam. Nunuk menegaskan bahwa pendaftaran secara luring akan dibuka hingga jadwal masuk sekolah. “Secara online memang tidak ada pendaftar. Maka dari itu, kami menerapkan kebijakan untuk membuka pendaftaran secara offline hingga jadwal masuk sekolah. Prinsipnya, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah,” ujarnya. Ancaman Populasi dan Implikasi Jangka Panjang Sepinya pendaftar ini bukanlah tanpa sebab. Analisis data dan pengamatan lapangan menunjukkan adanya tren penurunan jumlah anak usia masuk SD yang drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jumlah calon siswa saat ini sudah sangat sedikit, jika dibandingkan dengan ketersediaan sekolah yang ada di Gunungkidul,” tambah Nunuk. Data SPMB tahun ini kian memperjelas kekhawatiran tersebut. Dari kuota penerimaan calon siswa SD di Gunungkidul yang mencapai 13.888 kursi, hanya 7.111 calon siswa yang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan lainnya, hanya 6.666 siswa yang dinyatakan diterima di SD, baik negeri maupun swasta. “Angka ini jauh di bawah target ideal. Nunuk menyebutkan, banyak sekolah yang tidak memenuhi kuota rombongan belajar. Padahal, sesuai ketentuan, seharusnya setiap rombongan belajar diisi oleh 28 siswa baru,” pungkas Nunuk Setyowati. Sumber : https://hariane.com/belasan-sd-di-gunungkidul-tak-dapat-siswa-baru-apa-penyebabnya

Uncategorized

Hari ke 33 Operasional Haji 1446 H, Jumlah Jemaah Wafat Tergolong Tinggi

Memasuki hari ke 33 operasional haji 1446 H, jumlah jemaah haji wafat per 3 Juni 2025 pukul 14.30 WIB mencapai 129 orang. Berdasarkan data di Siskohat Kemenag, jumlah jemaah haji perempuan wafat mencapai 50 orang dan laki-laki 79 orang. Sementara berdasarkan sebaran umur, jemaah haji yang wafat didominasi oleh lansia yaitu yang usianya lebih dari 65 tahun dengan jumlah 71 orang dan usia dibawah 64 tahun berjumlah 58 orang. Apabila data tersebut dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah jemaah wafat pada hari ke 33 operasional haji 2025 termasuk tinggi. Terkait hal tersebut, Menag meminta kepada Menteri Kesehatan Arab Saudi agar ruang gerak dokter Indonesia tidak dibatasi. “Menteri Kesehatan Saudi akhirnya menyepakati bahwa dokter Indonesia dapat kembali memberikan layanan medis di klinik haji. Ini penting karena banyak jemaah merasa lebih nyaman berobat di klinik Indonesia, apalagi ada kendala bahasa jika langsung ke rumah sakit Saudi,” terang Menag. Jelang Puncak Haji 1446 H, Kemenag Beri Pesan ini pada JemaahMenteri Agama mengimbau agar jemaah menjaga kesehatannya menjelang puncak haji yang akan dimulai dalam hitungan hari. Apalagi berdasarkan prediksi cuaca, saat jemaah wukuf di Arafah pada 5 Juni 2025 nanti, cuaca di Arab Saudi sangat terik dengan suhu mencapai 50 derajat celcius. Oleh sebab itu, Menag meminta kepada seluruh jemaah untuk menghindari aktivitas di luar tenda saat di Arafah nanti. Untuk mengurangi resiko kesehatan akibat cuaca ekstrem, Kepolisian Arab Saudi akan menertibkan mobilitas jemaah di luar tenda. Demikian update informasi operasional haji 1446 H yang telah memasuki hari ke 33 operasional.

Uncategorized

Muncul Tempat Pengelolaan Sampah Ilegal di Pandak Bantul, Warga Keluhkan Bau dan Asap Pembakaran

Beberapa lokasi pengelolaan sampah ilegal kembali ditemukan hingga dikeluhkan karena mengganggu aktivitas warga. Bisnis pengelolaan sampah ilegal itu berada di Dusun Kwalangan RT 1, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul. Pantauan hariane.com di lokasi, pengelolaan sampah itu berada dekat dengan pemukiman warga. Sampah-sampah itu dikumpulkan disebuah lahan yang tertutup oleh pagar besi. Tampak sebuah cerobong yang menjulang tinggi, dengan sisa sampah yang belum sempat dibakar. Tak jauh dari lokasi pertama, kembali ditemukan tumpukan sampah di sebuah pekarangan. Tumpukan sampah terlihat begitu banyak, hingga ke pinggir jalan. Ketua RT setempat, Waluyo menyebut aktivitas pengolahan sampah ilegal tersebut telah terjadi sejak lama. Sampah-sampah yang terkumpul lalu dibakar oleh pemilik usaha. Ada tiga tempat pengolahan sampah di wilayah itu, dua merupakan milik warga setempat dan satu milik warga pendatang. “Ya, mulai pertama masuk sampah itu dari warga pendatang. Lokasinya ada di RT dua. Dia dulu sebenarnya itu satpam perumahan dulu di Sleman. Terus suruh ngelola sampah di perumahan itu. Nah, kayaknya kok mungkin, ya, penghasilannya lebih dari jadi satpam. Dia keluar jadi satpam terus ngelola itu, terus makin lama makin banyak pelanggan. Nah, terus dia merekrut orang sini. Padahal dia belum apa belum pindah KTP,” katanya ditemui, Jumat (23/5/2025). Waluyo menceritakan, awalnya pemilik usaha itu hanya membawa pulang sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti kardus dan botol-botol platik. Tetapi, setelah penutupan TPST Piyungan, pemilik usaha membawa pulang beragam sampah, sehingga menimbulkan bau. Sampah-sampah itu, kata dia, dibakar. Lalu ada pula yang dibuang ke selokan, dengan maksud agar terbawa air menuju ke sungai saat hujan. Melihat peluang tersebut, beberapa warga kemudian ikut melakukan usaha serupa. Mereka menampung sampah dari luar daerah, lalu dibawa pulang dan dibakar. Sayangnya, semakin lama, aktivitas itu mengganggu warga sekitar. Selain karena menimbulkan bau tak sedap, warga juga terganggu karena munculnya asap pembakaran. “Dari warga itu sebenarnyanya juga keberatan. Tetap menolak. Kalau dulu pas masih pembakaran, jam siang itu sudah kabut. Kabut asap sampah. Terus kalau malam itu (asap pembakaran) sudah masuk ke rumah semua,” ujarnya. Bahkan, tak sedikit anak-anak yang memiliki penyakit pernapasan ikut terdampak. Salah satunya adalah putrinya sendiri. Saat ini, aktivitas pembakaran tak sesering dulu. Namun warga masih tetap terganggu karena adanya tumpukan sampah yang tidak dibersihkan. Menurutnya, warga sudah sempat mengadu ke pemerintah kalurahan. Sayangnya, hingga sekarang ini, belum ada tindakan yang diambil oleh kalurahan. Pengelolaan sampah ilegal ini pun masih terus berlanjut, meski sudah sempat ditutup oleh Satpol PP Bantul. “Jadi yang selatan itu bisa dibuka pagernya. Yang disegel itu kan pintu pager, tapi pagernya bisa diangkat,” katanya. Sementara itu, Kasatpol PP Bantul Raden Jati Bayubroto mengatakan telah menutup pengelolaan sampah ilegal itu. Sedikitnya, ada 7 penutupan yang dilakukan Satpol PP Bantul selama bulan ini. “Pekan ini kita bersama DLH melakukan penutupan tempat pengolahan sampah ilegal. Penutupan dilakukan di tiga tempat di Kwalangan, lalu Bantul, Jetis, Banguntapan dan Pajangan,” katanya. Ia juga telah memanggil pemilik usaha. Namun pengelola tidak kunjung memenuhi panggilan, dan saat didatangi juga tidak bertemu. Dari penelusuran yang dia lakukan, sampah-sampah itu diperoleh dari luar wilayah Bantul. Pelanggan dikenakan tarif Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta untuk sekali buang. Praktik ini telah terjadi sejak 3 bulan belakangan.

Uncategorized

Menengok Sapi-sapi Jumbo Gunungkidul yang Jadi Incaran Artis Ibukota saat Idul Adha

Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal sebagai penghasil ternak terbesar di DIY. Meski sering dihantam penyakit menular, kualitas ternak—utamanya sapi—dari daerah ini tak diragukan. Banyak sapi-sapi jumbo atau yang lebih dikenal dengan sapi monster berasal dari daerah ini. Tak heran jika artis papan atas pun banyak yang mencari dan membeli sapi dari Gunungkidul menjelang kurban atau Idul Adha. Salah satu kandang peternakan yang menjadi kepercayaan para artis ibu kota adalah Kandang SR 89. Sapi-sapi jumbo dan premium menjadi incaran mereka. “Setiap tahun selalu ada artis yang memesan sapi jumbo dari kandang sini. Untuk tahun ini, ada Inul Daratista, Ivan Gunawan, Ruben Onsu, dan lainnya,” kata Mardiyanto, Kepala Kandang SR Jaya 89 yang berada di Kalurahan Karanggumuk, Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul. Sapi-sapi berukuran besar tersebut didapat dari peternak atau petani lokal Gunungkidul, mengingat banyak sekali bakalan sapi yang bisa dikembangkan menjadi sapi premium. Biasanya, sapi dari petani atau peternak baru berbobot sekitar 500 kg, kemudian dilakukan penggemukan di Kandang SR Jaya 89 selama beberapa bulan bahkan hingga 2 tahun hingga bobotnya tembus 1 ton lebih. “Untuk ukuran jumbo, bobotnya 900 kilogram bahkan 1 ton ke atas. Itu yang sering menjadi incaran para artis,” jelasnya. Mardiyanto menjelaskan, di Kandang SR Jaya 89 ini terdapat ratusan sapi dengan berbagai ukuran mulai dari anak (pedhet), sedang, hingga jumbo. Jenisnya pun beragam seperti simmental, peranakan ongole (PO), limousin, dan brahman. Saat ini ada sekitar 40 ekor sapi dengan bobot lebih dari 900 kg yang ada di kandang tersebut. Perawatan sapi-sapi ini pun sangat diperhatikan. Kandang selalu dalam kondisi bersih, makanan benar-benar terjaga, rutin dimandikan, hingga tingkat stres ternak juga diperhatikan. Tak hanya manusia yang meminum ramuan khusus untuk penggemukan, ternak sapi di sini pun dibuatkan ramuan khusus agar kualitasnya semakin bagus. Dengan kualitas dan ukuran ternak seperti itu, harga sapi di kandang tersebut berkisar dari Rp25 juta sampai Rp250 juta, disesuaikan dengan ukuran, usia, serta kualitas dari sapi-sapinya. Disinggung mengenai penjualan sapi pada Idul Adha kali ini, Mardiyanto mengatakan bahwa pesanan sapi dari kandang yang ia kelola justru mengalami peningkatan. “Tahun lalu itu yang terjual sekitar 120 ekor, untuk tahun ini mendekati 160 ekor sapi dengan berbagai ukuran yang terjual,” imbuhnya. Selain ukuran sapi yang besar, pelayanan di kandang ini juga profesional. Sapi yang akan dikirim ke luar kota selalu dilengkapi dengan Surat Keterangan Sehat untuk menjamin hewan kurban bebas dari penyakit dan layak konsumsi. “Kami pastikan semua sapi yang keluar dari kandang ini dalam kondisi sehat dan siap untuk dikurbankan,” pungkas Mardiyanto.

Uncategorized

Jumat Bersih di Pantai Drini, Bupati Endah Temukan Bangunan Liar dan Limbah di Bantaran Sungai

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan Jumat Bersih Gunungkidul Bebas Sampah di kawasan Obyek Wisata Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk keberlanjutan program dalam rangka menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, masih banyak ditemukan bangunan liar yang didirikan oleh masyarakat di kawasan bantaran sungai yang mengalir di area Pantai Drini. “Kami fokus membersihkan aliran sungai di Pantai Drini. Kebetulan bagian saya dan tim berada di spot yang kumuh. Di situ kami menemukan tumpukan sampah berupa batang pohon, ranting, serta keberadaan bangunan liar yang menyempitkan akses sungai dan mengganggu keindahan pantai,” kata Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, usai kegiatan Jumat Bersih di Pantai Drini. Menanggapi hal itu, Bupati Endah berencana melakukan penertiban, khususnya terhadap bangunan-bangunan liar yang hingga saat ini masih banyak ditemui di kawasan wisata. Hal ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait pengelolaan tanah Sultan Ground. Bangunan-bangunan liar yang digunakan masyarakat untuk berdagang juga akan ditertibkan dan dipindahkan ke kios resmi yang telah disiapkan oleh pemerintah. “Kami mendapatkan amanat penting dari Ngarso Dalem untuk menata kawasan wisata sebagai proyek percontohan, termasuk penataan pedagangnya,” jelasnya. Endah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dengan baik dalam menjaga lingkungan. “Kalau sungai ini tidak dirawat, air hujan akan membawa botol, ranting, dan limbah lainnya langsung ke pantai. Ini bisa mengganggu kunjungan wisata dan berdampak pada pendapatan pedagang,” kata Endah. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, menjelaskan bahwa alasan dipilihnya kawasan Pantai Drini sebagai lokasi Jumat Bersih adalah karena kawasan tersebut kini tengah menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. “Sebagian spot belum tersentuh oleh masyarakat. Karena itu, kami menyasar sungai di kawasan ini. Selain untuk antisipasi banjir, juga untuk menjaga citra wisata Gunungkidul,” kata Hary.

Uncategorized

Kejari Bantul Periksa 100 Saksi di Kasus Pungli Dukuh Gandekan

Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang melibatkan Dukuh Gandekan, Bantul, Danang Benowo Putro masih terus berlanjut. Kasus ini masih dalam penyelidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bantul, Guntoro Jangkung mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Kasus dugaan pungli Dukuh Gandekan sudah masuk tahap penyelidikan. Sekarang dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Kalau ditotal, mungkin sudah ada sekitar 100 saksi, baik dari kalangan pejabat maupun warga yang diduga menjadi korban,” ujar Guntoro, Jumat (23/5/2025). Ia menambahkan, perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses berjalan. Pihaknya masih memerlukan waktu untuk meminta keterangan dari warga yang menjadi korban. “Sekarang baru proses pemeriksaan, karena kan banyak sekali yang mengaku jadi korban pungli jadi masih kami data semuanya,” katanya. Sementara itu, Lurah Bantul, Supriyadi membenarkan bahwa kasus tersebut kini tengah dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri Bantul. Pihaknya akan sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada penyidik Kejari. “Kasus sudah saya serahkan. Saat ini masih dalam tahap pemanggilan korban dan saksi-saksi untuk pemeriksaan lanjutan,” tuturnya. Sementara proses hukum berlangsung, kalurahan juga telah mencabut status dukuh dari yang bersangkutan. Ia telah menyerahkan surat keputusan pemberhentian kepada Danang. “Posisi Dukuh Gandekan sementara dijabat Pelaksana Tugas (Plt) demi menjaga kelancaran pelayanan masyarakat,” ungkapnya. Diberitakan sebelumnya, ratusan warga melakukan aksi protes di Balai Kalurahan Bantul pada pertengahan bulan April 2025 lalu. Mereka menuntut pemberhentian Danang Benowo Putro karena diduga melakukan pungli dalam pengurusan sertifikat tanah, termasuk dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Warga menyebut pungutan yang diminta berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp 15 juta.

Scroll to Top