Ratusan Warga Tambora Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat, Posko Pelayanan Didirikan

Polisi dirikan posko untuk korban kebakaran di Tambora Jakbar hari ini. (instagram/polres_jakbar)

Radio Persatuan – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, pada Senin (21/7/2025), menghanguskan setidaknya 70 rumah dan menyebabkan lebih dari 400 warga kehilangan tempat tinggal serta harta benda. Musibah ini berdampak pada empat Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 02, meliputi RT 05, 11, 12, 13, dan 14.

Kerugian Material dan Hilangnya Dokumen Penting

Data sementara menunjukkan, selain rumah dan harta benda, banyak warga juga kehilangan dokumen-dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), akta kelahiran, ijazah, hingga buku nikah. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka saat berupaya memadamkan api yang cepat menjalar.

Respons Cepat Polsek Tambora dengan Posko Pelayanan

Menyikapi dampak luas musibah ini, Polsek Tambora Jakarta Barat bergerak cepat dengan mendirikan Posko Pelayanan Bencana Kebakaran. Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menjelaskan bahwa posko tersebut bertujuan mempermudah warga mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang hilang.

“Masyarakat bisa langsung mengurus kebutuhan administratif di Balai Warga RW 02 Jalan Duri Utara II, tempat posko kami dirikan,” terang Kompol Kukuh. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam mengurus kembali identitas dan surat-surat berharga mereka.

Kronologi Kebakaran dan Tantangan Pemadaman

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.35 WIB ini dengan cepat meluas. Lokasi permukiman yang saling berdempetan menjadi pemicu utama cepatnya api merambat ke bangunan lain. Warga sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera mengerahkan 18 unit mobil pemadam dan 90 personel setelah menerima laporan. Melihat kondisi di lapangan, penambahan kekuatan dilakukan menjadi 29 unit mobil dan 146 petugas pemadam. Proses pemadaman sempat terkendala oleh jauhnya sumber air cadangan dari lokasi kejadian. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dilokalisir sekitar pukul 12.21 WIB.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top