gunungkidul

News

Pencuri Laptop di Gunungkidul Berhasil Ditangkap, Pencuri Sempat Sembunyi di Kolong Kasur

Radio Persatuan – Residivis berinisial MMA (25) asal Bantul berhasil ditangkap Satreskrim Polres Gunungkidul setelah mencuri laptop milik penghuni kos di Padukuhan Parangrejo, Kalurahan Girijati, Kapanewosari Purwosari. Pelaku yang sempat menjadi buronan selama sepekan ini akhirnya diringkus di rumah kontrakannya di Sanden, Bantul, saat bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Peristiwa pencurian ini terjadi pada 15 Juli 2025. Saat itu, korban, MRA (30), sedang pergi ke Bantul untuk menghadiri acara pengesahan warga PSHT, dan meninggalkan kos dalam keadaan kosong. Kapolsek Purwosari, AKP Boedi Hariyanto, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban. “Kami menindaklanjuti laporan kehilangan laptop korban dengan melakukan penyelidikan,” ujar Boedi pada konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Kamis (7/8/2025). Sehari setelah laporan diterima, polisi mendapat informasi bahwa terduga pelaku telah menggadaikan laptop korban. Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Purwosari segera mendatangi sebuah toko di Bantul dan memastikan kebenaran informasi tersebut. Polisi mencocokkan nomor IMEI/ISN laptop dengan bukti pembelian milik korban, dan hasilnya identik. Dari sana, polisi berhasil mendapatkan nama dan alamat terduga pelaku. Namun, saat didatangi, rumah kontrakan yang dicantumkan dalam nota gadai jarang ditempati. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menduga pelaku bersembunyi di rumah orang tuanya di Pandak, Bantul. “Saat kami datangi rumah orang tuanya, pelaku sudah melarikan diri. Kami lalu melakukan pengejaran selama kurang lebih satu minggu,” jelas Boedi. Pada 24 Juli 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku akhirnya ditangkap saat berada di rumah kontrakannya. Saat ditangkap, pelaku sempat bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya. Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang residivis yang pernah terlibat kasus serupa. “Pelaku ini residivis. Pada tahun 2019, ia pernah mencuri delapan unit handphone dan tiga power bank di sebuah konter di Bantul,” tambah Boedi. Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit laptop merek Lenovo beserta charger dan tasnya, satu nota gadai, dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Akibat perbuatannya, MMA dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Pelaku terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Boedi.

Uncategorized

Ketika Sekolah Tak Lagi Berpenghuni: Fenomena Sepinya Bangku SD di Gunungkidul

Senin pagi di pertengahan Juni 2025, bangku-bangku kosong di 14 Sekolah Dasar di Gunungkidul terasa lebih sepi dari biasanya. Bukan karena libur sekolah, melainkan karena ketiadaan riuh rendah calon siswa baru. Sebuah fenomena yang mengkhawatirkan, ketika gerbang sekolah dibuka lebar, namun tak ada satu pun tangan kecil yang mengetuk untuk mendaftar. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mencatat, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi saksi bisu fenomena ini. Sebanyak 14 SD, baik negeri maupun swasta, harus menghadapi kenyataan pahit: nihil pendaftar. “Ada 14 sekolah yang tidak memiliki pendaftar siswa baru pada tahun ajaran ini. Itu berdasarkan data dari sistem online,” terang Nunuk Setyowati, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, pada Selasa (17/06/2025). SPMB jenjang SD yang dibuka secara daring pada 3 hingga 5 Juni 2025 itu rupanya tidak membawa angin segar bagi sejumlah sekolah. Di antara ratusan SD yang berpartisipasi, beberapa di antaranya seolah ‘terlupakan’, tak menarik minat calon siswa sedikit pun. Daftar Sekolah yang Sepi PeminatNunuk merinci, sekolah-sekolah yang tak mendapatkan siswa baru tersebut meliputi: Sekolah Negeri: Sekolah Swasta: Melihat kondisi ini, Dinas Pendidikan tak tinggal diam. Nunuk menegaskan bahwa pendaftaran secara luring akan dibuka hingga jadwal masuk sekolah. “Secara online memang tidak ada pendaftar. Maka dari itu, kami menerapkan kebijakan untuk membuka pendaftaran secara offline hingga jadwal masuk sekolah. Prinsipnya, jangan sampai ada anak yang tidak sekolah,” ujarnya. Ancaman Populasi dan Implikasi Jangka Panjang Sepinya pendaftar ini bukanlah tanpa sebab. Analisis data dan pengamatan lapangan menunjukkan adanya tren penurunan jumlah anak usia masuk SD yang drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jumlah calon siswa saat ini sudah sangat sedikit, jika dibandingkan dengan ketersediaan sekolah yang ada di Gunungkidul,” tambah Nunuk. Data SPMB tahun ini kian memperjelas kekhawatiran tersebut. Dari kuota penerimaan calon siswa SD di Gunungkidul yang mencapai 13.888 kursi, hanya 7.111 calon siswa yang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan lainnya, hanya 6.666 siswa yang dinyatakan diterima di SD, baik negeri maupun swasta. “Angka ini jauh di bawah target ideal. Nunuk menyebutkan, banyak sekolah yang tidak memenuhi kuota rombongan belajar. Padahal, sesuai ketentuan, seharusnya setiap rombongan belajar diisi oleh 28 siswa baru,” pungkas Nunuk Setyowati. Sumber : https://hariane.com/belasan-sd-di-gunungkidul-tak-dapat-siswa-baru-apa-penyebabnya

Scroll to Top