info gunungkidul

News

Kasus Keracunan Massal di Gunungkidul Kembali Terjadi, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan

Radio Persatuan – Dugaan kasus keracunan makanan kembali terjadi, kali ini menimpa 19 siswa di Kapanewon Semin, Gunungkidul. Mereka diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 15 September 2025. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus keracunan yang menyoroti kualitas dan pengawasan program bantuan pangan di daerah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, belasan siswa dari berbagai jenjang sekolah —terdiri dari 15 siswa SD, 3 siswa SMP, dan 1 siswa SMA— tiba-tiba mengeluh sakit perut, mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap hidangan yang dibagikan oleh SPPG (Sekolah Pendidikan & Pelatihan Gizi) di Padukuhan Pandanan, Kalurahan Sumberejo. Para korban segera dilarikan ke Puskesmas Semin 1 untuk mendapatkan penanganan medis. “Para siswa telah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Semin 1 dan kondisinya sudah membaik. Sebagian besar dari mereka sudah diperbolehkan pulang dan bahkan kembali bersekolah dalam kondisi sehat,” jelas Ismono. Meski demikian, kejadian ini memicu respons cepat dari tim Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Sebuah tim gabungan diturunkan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka mengumpulkan data dari berbagai pihak, termasuk pihak sekolah, penyelenggara program, dan para korban. Selain itu, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi dan mengambil sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah. Sampel makanan yang diambil mencakup nasi, tumis wortel, melon, semur tahu, ayam karage, dan air minum. Seluruh sampel tersebut kini telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Yogyakarta untuk diuji guna memastikan penyebab pasti keracunan. Hasil uji laboratorium sangat dinantikan untuk mengungkap apakah kontaminasi berasal dari proses pengolahan, bahan baku, atau tahap distribusi. Kasus ini menjadi sorotan serius mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengidentifikasi titik lemah dalam rantai distribusi makanan ini. Hasil investigasi dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan menjadi kunci untuk memastikan kasus serupa tidak terulang dan program bantuan pangan dapat berjalan dengan aman dan efektif.

News

Truk vs Motor di Gunungkidul, Pengendara Tewas di Tempat Akibat Luka Kepala Berat

Radio Persatuan – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa terjadi di Jalan Karangmojo–Ngawen, Padukuhan Tempuran, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, pada Senin, 15 September 2025. Seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motornya bertabrakan dengan sebuah truk. Korban diidentifikasi sebagai Giyarna (30), warga Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Ia mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AB 6302 DI. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ihwan, korban meninggal karena mengalami luka parah di bagian kepala, yang didiagnosis sebagai cedera kepala berat. Kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi AD 8580 CB yang dikemudikan Dwi Ari Wicaksono (31) melaju dari arah Ngawen menuju Karangmojo. Pada saat yang sama, Giyarna datang dari arah berlawanan dan mencoba mendahului mobil lain di depannya. Saat manuver mendahului, Giyarna kehilangan kendali atas motornya. Kendaraan oleng dan terjatuh ke kanan, masuk ke jalur berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, truk tidak dapat menghindar, sehingga tabrakan pun tak terelakkan. Tubuh Giyarna terpental dan terlindas ban kanan truk. Tim medis yang tiba di lokasi kejadian memastikan korban telah meninggal dunia. Jenazah Giyarna kemudian dievakuasi ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ipda Nur Ihwan menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para pengendara, terutama di wilayah Gunungkidul yang memiliki kontur jalan berkelok dan bergelombang. Ia mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri untuk mendahului kendaraan lain demi keselamatan bersama.

News

Panggung Tuan Rumah Membara: Gunungkidul Pacu Pundi Emas, Ancaman Nyata untuk Tiga Besar PORDA DIY

Radio Persatuan – Kontingen Kabupaten Gunungkidul, sang tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII 2025, kian memanaskan persaingan perebutan medali. Meski sempat terperosok di posisi buncit pada awal perhelatan, perolehan medali emas mereka terus merangkak naik secara signifikan, membuktikan ambisi untuk bangkit dari keterpurukan. Menurut data terbaru dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY per Jumat (12/9/2025) pukul 06.49 WIB, Kabupaten Sleman masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 50 medali emas. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dengan perolehan masing-masing 48 dan 47 medali emas. Sementara itu, Gunungkidul masih berada di posisi terbawah, namun dengan raihan 14 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, mereka menunjukkan performa impresif. Ketua Pelaksana PORDA XVII, Agus Mantara, mengakui bahwa dominasi tiga besar sempat membuat Gunungkidul tertinggal jauh. Namun, sejak upacara pembukaan, para atlet tuan rumah seolah mendapat suntikan semangat baru. “Setelah opening ceremony, prestasi atlet kami terus meningkat. Pundi-pundi medali emas kami terus bertambah,” kata Agus. “Kami yakin Gunungkidul bisa mengantongi 45 medali emas dan finis di peringkat ketiga.” Optimisme tersebut didukung oleh potensi besar dari beberapa cabang olahraga unggulan Gunungkidul. Dari 14 medali emas yang sudah terkumpul, dua di antaranya disumbangkan oleh cabor Shorinji Kempo dan jalan cepat. Sementara itu, Agus meyakini cabor seperti panahan, menembak, atletik, dan woodball akan menjadi lumbung medali tambahan. “Klasemen dan perolehan medali masih bisa berubah drastis karena pertandingan masih akan berlangsung hingga 18 September,” imbuh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto. Dengan total 56 cabang olahraga dan lebih dari 100 nomor pertandingan yang masih akan dilombakan, kejutan dari kontingen tuan rumah bisa jadi ancaman nyata bagi dominasi Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. Mampukah Gunungkidul mewujudkan target ambisius mereka dan merangsek naik ke jajaran tiga besar?

News

Inovasi Literasi Pengkol: Dari Minim Minat Baca Hingga Jadi Percontohan Nasional

Radio Persatuan – Balai Pintar Perpustakaan Desa (Perpusdes) di Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, berhasil mengubah wajah literasi di wilayahnya. Berawal dari minimnya minat baca warga, kini Perpusdes ini menjadi ruang kreatif dan pemberdayaan yang meraih prestasi hingga tingkat nasional. Ide pendirian Perpusdes muncul pada tahun 2014 sebagai respons terhadap rendahnya budaya membaca di kalangan anak-anak maupun orang tua. Pengelola Balai Pintar Perpusdes Pengkol, Dewi Ria Rahayu, menceritakan, saat itu respons warga masih pasif sehingga program sempat stagnan. Namun, tidak menyerah. Pada tahun 2017, pengelola berbenah diri dengan menyusun strategi baru, yaitu fokus pada pendekatan inovatif dan program kreatif. Upaya ini membuahkan hasil signifikan. “Dulu memang sulit menanamkan budaya membaca karena musuh terberatnya adalah gadget. Tapi perlahan, dengan kegiatan inovatif, kesadaran untuk membaca dan berkunjung ke Perpusdes sekarang luar biasa,” ungkap Dewi. Perpusdes sebagai Ruang Pemberdayaan dan Pengganti Gawai Perpusdes Pengkol kini tidak hanya sekadar tempat meminjam buku. Berbagai kegiatan menarik di akhir pekan, seperti kelas tari dan English Class, berhasil menarik minat anak-anak. Dewi menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan ini tak hanya menyediakan hiburan, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai. “Di sini kami sama-sama belajar dan bertumbuh untuk budaya literasi yang lebih maju,” ujar Dewi. Selain itu, Perpusdes ini juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah pelatihan membatik. Produk batik yang dihasilkan tidak hanya untuk latihan, tetapi juga dijual, sehingga menambah penghasilan peserta dan memperkuat UMKM desa. Program lain yang tak kalah penting adalah edukasi membaca nyaring untuk ibu-ibu dan lansia, yang bertujuan agar mereka dapat mendampingi anak-anak belajar di rumah. Kunci Sukses dan Prestasi Nasional Keberhasilan Balai Pintar Perpusdes Pengkol ini membawa mereka meraih sejumlah penghargaan, termasuk juara 3 tingkat nasional pada tahun 2022 untuk kategori program inovatif. Perpustakaan yang semula hanya memiliki 300 buku, kini koleksinya mencapai lebih dari 2.000 berkat bantuan dari berbagai pihak. Kesuksesan ini menarik perhatian banyak pihak. Perpusdes Pengkol sering dikunjungi untuk studi tiru dari berbagai daerah, mulai dari Malang hingga Sulawesi. Dewi menegaskan bahwa kunci keberhasilan mereka bukan hanya pada pengelolaan yang baik, melainkan juga berkat peran aktif dan kolaborasi masyarakat. “Membangun Perpusdes yang sukses bukan hanya soal pengelolaannya yang baik, tetapi juga karena peran aktif masyarakat,” tutupnya.

News

Memudahkan Warga, Pemkab Gunungkidul Bebaskan Kenaikan PBB-P2 dan Sediakan Hadiah

Radio Persatuan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memastikan bahwa tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di wilayahnya tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan hadiah menarik seperti sepeda motor dan televisi untuk mengapresiasi wajib pajak yang patuh. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, menyatakan bahwa tidak adanya kenaikan tarif pajak merupakan langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat. “Di Gunungkidul tidak ada kenaikan (tarif) untuk PBB-P2,” ujarnya pada Senin (25/8/2025). Putro menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajaknya. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) agar wajib pajak tidak perlu lagi pergi jauh ke bank atau kantor pos. Pembayaran juga dapat dilakukan di bank dan toko berjejaring. “Kita bekerja sama dengan BUMKal, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke bank atau kantor pos. Kita jemput bola untuk memudahkan masyarakat,” katanya. Selain kemudahan pembayaran, Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan program penghargaan bagi wajib pajak yang melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo. Hadiah berupa sepeda motor dan televisi akan diundi pada bulan Oktober 2025 bagi wajib pajak yang telah melunasi kewajibannya sebelum 30 September 2025. “Bagi wajib pajak yang sudah lunas sebelum jatuh tempo akan diberikan perhatian berupa sepeda motor dan televisi. Insya Allah Oktober akan kita undi,” terangnya. Hingga saat ini, realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai Rp15,9 miliar atau sekitar 62,3% dari target yang ditetapkan sebesar Rp25,9 miliar. Putro berharap target tersebut dapat tercapai sebelum batas akhir pembayaran pada 30 September 2025.

News

Waspada! Ubur-Ubur Serang Pengunjung Pantai Gunungkidul, Puluhan Orang Jadi Korban

Radio Persatuan – Kunjungan wisatawan di sejumlah pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, diwarnai insiden kurang menyenangkan. Puluhan pengunjung, termasuk anak-anak, tersengat ubur-ubur atau dikenal juga dengan sebutan impes, hingga dua di antaranya pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Surisdiyanto, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, mengungkapkan bahwa hingga Minggu sore (10/8/2025), total 43 pengunjung menjadi korban sengatan. Para korban tersebar di beberapa lokasi, antara lain Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Drini, dan Pantai Krakal. “Di Pantai Kukup dan Pantai Sepanjang masing-masing ada 16 orang, di Pantai Drini ada 5 orang, dan di Pantai Krakal ada 6 orang yang tersengat,” ujar Suris saat dihubungi. Dua dari puluhan korban tersebut dilaporkan mengalami pingsan akibat sengatan, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit. Suris menjelaskan bahwa kedua korban tersebut adalah seorang anak-anak dan seorang dewasa. “Terpaksa satu wisatawan ini kami bawa ke rumah sakit karena mengalami pingsan, sehingga membutuhkan penanganan tim dokter,” jelas Suris. Insiden ini menjadi perhatian karena korban sengatan didominasi oleh anak-anak. Menurut Suris, hal ini disebabkan oleh bentuk dan warna ubur-ubur yang unik, sehingga menarik perhatian anak-anak untuk menyentuhnya. Ubur-ubur ini diketahui mulai muncul di kawasan pantai sejak Sabtu (9/8/2025). Pihak Satlinmas Rescue Istimewa pun segera mengambil tindakan. Mereka melakukan penyisiran dan membersihkan ubur-ubur yang terbawa ombak ke area pasiran untuk meminimalisir korban. “Kemungkinan di laut masih banyak ubur-ubur dan terbawa ombak,” imbuh Suris, mengimbau agar pengunjung, terutama orang tua, lebih waspada dan selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di pantai.

News

Pemerintah Bekukan BPJS, 23 Ribu Lebih Warga Gunungkidul Kehilangan Jaminan Kesehatan

Pemerintah Pusat membekukan puluhan ribu data kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dipicu oleh perubahan kriteria penerima bantuan sosial yang kini mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Gunungkidul, Giyanto, menjelaskan bahwa pembekuan data ini terjadi secara bertahap. “Pada tahap awal ada 18.920 peserta yang dinonaktifkan. Kemudian bertambah lagi 5.232 peserta,” ujarnya pada Senin (11/8/2025). Dengan penambahan tersebut, total peserta BPJS Kesehatan PBI yang dinonaktifkan mencapai 23.152 orang per awal Agustus. Penonaktifan ini berlaku bagi warga yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, yaitu mereka yang tidak masuk dalam kelompok desil 1–5 berdasarkan DTSEN. Menanggapi kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul tidak tinggal diam. Giyanto menegaskan bahwa Pemkab berupaya melakukan verifikasi ulang data dan mengaktifkan kembali kepesertaan warga yang terdampak, terutama bagi mereka yang tergolong membutuhkan. “Setiap hari ada warga yang melakukan pengajuan pengaktifan kepesertaan, dan kami layani sesuai ketentuan,” jelasnya. Proses pengaktifan kembali diprioritaskan bagi peserta yang sedang menjalani perawatan medis, seperti rawat inap, kontrol rutin, atau menderita penyakit katastropik. Opsi pembiayaan pun dialihkan dari pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten. Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan, warga harus melengkapi sejumlah dokumen. Di antaranya Surat Rekomendasi dari Tim Penanggulangan Kemiskinan Desa (TPKD), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), surat pernyataan miskin bermaterai, dan hasil skrining kelayakan sesuai Peraturan Bupati Nomor 98 Tahun 2017. Selain itu, warga juga harus melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi KTP atau akta, rekening listrik maksimal 900 V, dan surat keterangan dari puskesmas. Langkah-langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dampak kebijakan pusat agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan jaminan kesehatan mereka.

News

Pencuri Laptop di Gunungkidul Berhasil Ditangkap, Pencuri Sempat Sembunyi di Kolong Kasur

Radio Persatuan – Residivis berinisial MMA (25) asal Bantul berhasil ditangkap Satreskrim Polres Gunungkidul setelah mencuri laptop milik penghuni kos di Padukuhan Parangrejo, Kalurahan Girijati, Kapanewosari Purwosari. Pelaku yang sempat menjadi buronan selama sepekan ini akhirnya diringkus di rumah kontrakannya di Sanden, Bantul, saat bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Peristiwa pencurian ini terjadi pada 15 Juli 2025. Saat itu, korban, MRA (30), sedang pergi ke Bantul untuk menghadiri acara pengesahan warga PSHT, dan meninggalkan kos dalam keadaan kosong. Kapolsek Purwosari, AKP Boedi Hariyanto, mengungkapkan bahwa kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima laporan dari korban. “Kami menindaklanjuti laporan kehilangan laptop korban dengan melakukan penyelidikan,” ujar Boedi pada konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Kamis (7/8/2025). Sehari setelah laporan diterima, polisi mendapat informasi bahwa terduga pelaku telah menggadaikan laptop korban. Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Purwosari segera mendatangi sebuah toko di Bantul dan memastikan kebenaran informasi tersebut. Polisi mencocokkan nomor IMEI/ISN laptop dengan bukti pembelian milik korban, dan hasilnya identik. Dari sana, polisi berhasil mendapatkan nama dan alamat terduga pelaku. Namun, saat didatangi, rumah kontrakan yang dicantumkan dalam nota gadai jarang ditempati. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menduga pelaku bersembunyi di rumah orang tuanya di Pandak, Bantul. “Saat kami datangi rumah orang tuanya, pelaku sudah melarikan diri. Kami lalu melakukan pengejaran selama kurang lebih satu minggu,” jelas Boedi. Pada 24 Juli 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku akhirnya ditangkap saat berada di rumah kontrakannya. Saat ditangkap, pelaku sempat bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya. Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang residivis yang pernah terlibat kasus serupa. “Pelaku ini residivis. Pada tahun 2019, ia pernah mencuri delapan unit handphone dan tiga power bank di sebuah konter di Bantul,” tambah Boedi. Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit laptop merek Lenovo beserta charger dan tasnya, satu nota gadai, dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Akibat perbuatannya, MMA dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Pelaku terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Boedi.

News

Nelayan Gunungkidul Waspada: Gelombang Tinggi Rusak Sejumlah Kapal

Radio Persatuan – Gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (6/8) dini hari mengakibatkan beberapa kapal nelayan mengalami kerusakan. Peristiwa ini terjadi setelah gelombang pasang menerjang sejumlah pantai sejak Selasa (5/8) malam. Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, satu kapal di Pantai Ngandong pecah akibat terjangan ombak. “Satu kapal yang pecah ini belum sempat dinaikkan ke daratan,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Beruntung, para nelayan segera bergerak cepat untuk mengevakuasi kapal-kapal mereka sehingga kerusakan tidak meluas. Di Pantai Baron, dampaknya lebih parah. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, melaporkan lima kapal nelayan terbalik. “Lima kapal nelayan hanyut terseret arus ke selatan dan terbalik karena tali pengikatnya putus,” jelasnya. Tiga kapal berhasil dievakuasi oleh nelayan dan personel Satlinmas, sementara dua lainnya masih tenggelam. Marjono mengimbau agar para nelayan di kawasan Gunungkidul selalu berhati-hati dan tidak memaksakan diri melaut jika gelombang masih tinggi. Sejumlah pantai yang terdampak gelombang tinggi ini meliputi Pantai Baron, Sundak, Ngandong, dan Siung. Gelombang tinggi ini merupakan siklus cuaca tahunan yang biasa terjadi.

News

Pemerintah Gunungkidul Targetkan SPAMDes 15 Lokasi Rampung Tahun Ini

Radio Persatuan – Permasalahan ketersediaan air bersih di Kabupaten Gunungkidul, khususnya di wilayah pinggiran dan dataran tinggi, kembali menjadi sorotan. Meskipun sejumlah program telah diluncurkan, tantangan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Namun, harapan baru muncul melalui inisiatif pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan (SPAMDes), yang tahun ini menargetkan 15 lokasi. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah SPAMDes di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar. Proyek ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang kesulitan air, terutama saat musim kemarau. Menurut Ketua Kelompok Pengelola SPAM dan Sanitasi (KPSPAMS) Banyuku, Sutejo, selama ini masih ada warga di dua RT yang belum terjangkau jaringan pipa, sehingga terpaksa membeli air tangki. “Program ini sangat kami harapkan. Warga tidak perlu lagi membeli air tangki atau mengambil dari sungai. Ini sangat membantu,” ujar Sutejo. Solusi Jangka Panjang untuk Warga Kedungpoh Sutejo menjelaskan, meskipun wilayahnya pernah mendapatkan program serupa, cakupannya terbatas. Kali ini, pemerintah menambah satu bak reservoir baru, sehingga total ada tiga bak, yang diharapkan dapat melayani seluruh warga di Padukuhan Kedungpoh Kidul. Pembangunan fasilitas ini kini telah mencapai 60%. “Dengan tiga bak reservoir, kami optimistis seluruh warga bisa mendapatkan air bersih, terutama saat kemarau,” tambahnya. Proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjamin akses yang terjangkau bagi masyarakat. Tarif yang dikenakan hanya Rp3.000 per meter kubik, dengan pengelolaan pembayaran yang diserahkan kepada kelompok masyarakat. Hal ini diharapkan meringankan beban warga. Komitmen Pemerintah dan Detail Proyek Bupati Gunungkidul menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah air bersih melalui program strategis seperti SPAMDes. Proyek di Kedungpoh ini didanai dengan anggaran sebesar Rp238 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun reservoir, memompa air dari sumur, dan memasang jaringan pipa sepanjang dua kilometer menuju rumah-rumah warga. “Air dari sumur akan ditarik ke atas, lalu disalurkan ke rumah warga,” jelas Endah Subekti Kuntariningsih. Sistem ini dirancang untuk menyalurkan debit air sebesar dua liter per detik dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 50 kepala keluarga.

Scroll to Top