info gunungkidul

News

Pencarian Wisatawan Jakarta di Pantai Siung Dihentikan, Keluarga Berharap Mukjizat

Radio Persatuan – Operasi pencarian Azka Nurfadhilah (20), wisatawan asal Jakarta yang hilang di Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul, resmi dihentikan pada Selasa (29/7/2025) pukul 17.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah upaya penyisiran selama tiga hari oleh tim SAR gabungan tidak membuahkan hasil, sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) pencarian korban hilang. Azka dilaporkan hilang sejak Minggu (27/7/2025). Selama tiga hari, tim SAR yang terdiri dari Satlinmas Rescue Istimewa, Basarnas, Kepolisian, dan sejumlah relawan telah berupaya maksimal untuk menemukan keberadaannya. Cuaca Buruk Jadi Kendala Utama Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1, Sunu Handoko, menjelaskan bahwa cuaca buruk menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. “Gelombang tinggi, angin kencang, dan cuaca hujan ekstrem melanda kawasan pantai selatan Gunungkidul. Ini menyebabkan tim tidak bisa mengerahkan jet ski maupun perahu untuk penyisiran laut,” ujar Sunu di Pos SAR Pantai Siung, Selasa (29/7/2025). Pada hari terakhir operasi, tim SAR hanya bisa fokus pada penyisiran jalur darat. Seluruh personel dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran udara menggunakan drone dengan radius 1 kilometer ke arah timur dan barat Watu Togok. Sementara itu, SRU 2 menyisir tebing sejauh 2 kilometer ke barat Pos SAR Gabungan, dan SRU 3 menyisir tebing hingga 1 kilometer ke arah timur. “Saat melakukan penyisiran, personel juga menghadapi kendala hujan deras yang membuat jalur bebatuan menjadi licin,” tambah Sunu. Hingga apel penutupan operasi pada pukul 17.00 WIB, Azka belum juga ditemukan. Patroli Berkala Tetap Dilakukan Meski operasi besar dihentikan, Sunu menegaskan bahwa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1 akan tetap melakukan patroli dan monitoring secara berkala di sekitar lokasi kejadian. “Patroli dan monitoring akan tetap dilakukan, sekalipun tidak seintensif tiga hari operasi yang sudah berjalan,” jelasnya. Secara terpisah, Kapolsek Tepus, AKP Solechan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga Azka yang setia mendampingi selama proses pencarian. Meskipun memahami kondisi dan situasi di lokasi, keluarga masih menyimpan harapan besar agar Azka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. “Harapan dari keluarga, (Azka) segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar AKP Solechan, menggarisbawahi kegigihan keluarga di tengah situasi yang sulit.

News

Warga Pantai Sanglen Melawan Pengosongan Lahan Sultan Ground, Ancam Hadapi Ancaman dan Pertahankan Hak Turun Temurun

Radio Persatuan – Konflik kepemilikan lahan di Pantai Sanglen, Gunungkidul, memanas setelah batas waktu pengosongan area yang ditetapkan Keraton Ngayogyakarta berakhir pada 28 Juli 2025. Puluhan warga yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut menolak keras perintah pengosongan, menegaskan hak turun-temurun mereka atas lahan Sultan Ground (SG) yang kini diklaim Keraton. Pantauan Hariane.com pada Selasa (29/7/2025) menunjukkan, spanduk-spanduk penolakan terpasang di berbagai sudut Pantai Sanglen. Kalimat-kalimat tajam seperti “Obelix KTP Ngendi? Pribumi Gunungkidul Opo Ora?” dan “Tanah untuk Rakyat. Bukan untuk Investor. Sejahterakan Dulu Rakyatmu Baru Investormu” menjadi representasi kemarahan dan kekhawatiran warga terhadap rencana pengembangan wisata, termasuk isu pembangunan hotel. Bowo, salah seorang warga yang sehari-hari berjualan dan menyewakan tenda di Pantai Sanglen, mengungkapkan bahwa spanduk-spanduk tersebut adalah bentuk respons spontan terhadap wacana masuknya investor. Ia juga menceritakan adanya intimidasi yang dialami warga setelah batas waktu pengosongan terlampaui. “Kemarin kita pasang pamflet hingga spanduk. Batas waktunya kan kemarin (pengosongan). Tadi pagi mendapati ada bangunan roboh, ada juga penyobekan banner. Bahkan ada kertas berisi tulisan ‘gelem mbongkar ora’ (mau bongkar tidak). Ini sudah kelewatan,” ujar Bowo dengan nada geram. Ia menjelaskan, setidaknya ada 56 orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas di Pantai Sanglen, mulai dari berjualan hingga bertani. Mereka mengklaim telah mengelola dan merawat kawasan tersebut secara turun-temurun. “Sudah lama di sini. Kalau kita tidak memanfaatkan tanah untuk diperjuangkan, ya mau cari makan ke mana lagi?” tanya Bowo. Ia menambahkan, dulunya jalanan masih setapak dan warga bergotong royong membersihkannya hingga layak. Senada dengan Bowo, Wanto, warga lain, menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan lahan. “Ya tetap bertahan, tetap pengin di sini apa pun yang terjadi. Kami siap dengan segala risikonya,” tegas Wanto. Sultan HB X Tegaskan Status SG, Siap Dialog untuk Solusi Manusiawi Di sisi lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menegaskan bahwa status tanah di Pantai Sanglen adalah Sultan Ground (SG) yang merupakan milik Keraton. Menurutnya, warga yang menempati lahan tersebut tidak memiliki hak hukum. “Gak usah bicara hak-haan. Kalau memang dia tidak punya hak, ya bagaimana? Apakah kasih pesangon? Kasih pesangon itu sudah dianggap memadai gak? Nah, itu kan harus dibicarakan,” kata Sri Sultan. Meskipun demikian, Sri Sultan menekankan pentingnya mencari solusi yang manusiawi, termasuk opsi kompensasi dan relokasi bagi warga terdampak. Ia berharap polemik ini dapat diselesaikan melalui dialog yang adil tanpa konflik berkepanjangan. Terkait isu pembangunan hotel di kawasan tersebut, Sri Sultan menyatakan tidak ada masalah selama pembangunan sesuai ketentuan dan mendapat persetujuan dari bupati setempat. “Silakan saja. Yang penting untuk bikin apa disetujui oleh Bu Bupati, ya boleh. Untuk investasi atau apa pun, silakan. Tapi rembukan yang baik, gitu aja,” tegasnya. Pemerintah Provinsi DIY berharap semua pihak, khususnya warga terdampak, dapat membuka ruang dialog dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk mengakhiri polemik ini.

News

Si Jago Merah Amuk Rumah dan Usaha di Gunungkidul, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Radio Persatuan – Sebuah rumah sekaligus tempat usaha sablon milik Nurfiki di Padukuhan Banyubening, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, ludes terbakar pada Senin (28/7/2025) malam. Meski tak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kejadian nahas yang menimpa rumah berukuran 4×6 meter ini bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Warga sekitar dikejutkan dengan suara ledakan disusul kobaran api yang melahap bangunan. Kepala Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengungkapkan bahwa saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang mengantar paket. Respon Cepat Warga dan Petugas Damkarmat Melihat api yang membesar, warga Banyubening menunjukkan kepedulian dan kesigapan luar biasa. Tanpa menunggu lama, mereka segera menghubungi petugas Damkar Kabupaten Gunungkidul. Sembari menanti kedatangan petugas, sebagian warga bergotong royong berupaya memadamkan api secara manual, meski angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar. “Tidak lama setelah suara ledakan, terlihat kobaran api yang membakar rumah,” terang Handoko saat dikonfirmasi pada Senin (28/7/2025). Ia menambahkan bahwa hampir seluruh bagian rumah yang berfungsi sebagai tempat usaha sablon hangus terbakar. Berkat sinergi antara warga dan petugas Damkar, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.35 WIB. Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting instalasi listrik di salah satu ruang kerja. Kerugian Materil dan Solidaritas Komunitas Kebakaran ini menyebabkan kerugian besar bagi Nurfiki. Seluruh aset berupa alat kerja sablon dan harta benda lainnya hangus terbakar. Diperkirakan kerugian akibat insiden ini mencapai Rp150 juta. Menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi, warga Padukuhan Banyubening berencana untuk menggelar kerja bakti pada Selasa (29/7/2025) guna membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Ini menjadi bukti nyata solidaritas komunitas dalam menghadapi musibah. Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat Handoko mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengecek ulang seluruh jaringan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait kebakaran atau insiden darurat lainnya, Damkarmat Gunungkidul siap dihubungi melalui nomor telepon (0274) 391113 atau pesan WhatsApp di 0811-2657-113.

News

Gunungkidul Diterjang Isu Beras Oplosan, Konsumen Kian Waspada

Radio Persatuan – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul menemukan peredaran beras premium oplosan di sejumlah toko modern saat melakukan monitoring pada Kamis (17/7/2025). Meskipun demikian, para penjual yang kedapatan menyetok beras oplosan tersebut hanya diberikan sosialisasi dan imbauan agar tidak lagi menjualnya kepada masyarakat. Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan bahwa monitoring ini merupakan respons pemerintah daerah terhadap isu yang beredar luas mengenai praktik pengoplosan beras medium dengan beras premium yang kemudian dijual dengan label premium. “Kami kemudian melihat apakah beras-beras yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut ada atau tidak di Gunungkidul. Di toko modern yang kami datangi, kami menemukan barang yang dimaksud (beras premium oplosan),” ungkap Kelik saat ditemui di kantornya. Pihak Disdag juga sempat menanyakan kepada penjual mengenai waktu kedatangan pasokan beras oplosan tersebut. Informasi yang diperoleh, beras tersebut sudah datang sebelum berita mengenai beras premium oplosan menjadi viral. Kelik menambahkan, sejak berita mengenai beras premium oplosan beredar luas, penjualan beras premium mengalami penurunan yang signifikan. “Masyarakat sudah pintar, jadi sejak ada informasi soal beras premium oplosan, permintaan dari masyarakat menurun. Jadi stoknya masih banyak,” ujarnya. Meski menemukan adanya stok beras premium oplosan, Disdag Gunungkidul mengaku hanya memiliki kewenangan sebatas memberikan imbauan dan melakukan pemantauan berkala. “Pemantauan akan dilakukan secara berkala, karena kami belum mendapatkan informasi ataupun petunjuk terkait langkah lanjutan atas temuan ini. Dari pusat juga masih dalam proses,” jelas Kelik. Selain toko modern, Disdag juga berencana melakukan monitoring rutin ke sejumlah pasar tradisional. Kelik mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan berhati-hati saat berbelanja bahan pokok guna menghindari kerugian akibat peredaran beras premium oplosan.

News

Buronan Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim Rp569 Miliar Ditangkap di Gunungkidul, Uang Tunai Miliaran Rupiah Disita

Radio Persatuan, — Seorang wanita berinisial SDP (45), warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, yang menjadi buronan dalam kasus dugaan kredit fiktif senilai Rp569 miliar di Bank Jatim Cabang Jakarta, berhasil ditangkap oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) pada Minggu (13/7/2025). Penangkapan ini dibantu oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul setelah SDP menjadi buronan selama beberapa waktu. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Alfian Listya Kurniawan, mengungkapkan bahwa SDP memiliki peran krusial sebagai bagian dari manajemen salah satu perusahaan fiktif yang menjadi debitur dan menerima kredit dari Bank Jatim Cabang Jakarta. “Dia (SDP) adalah bagian dari manajemen salah satu perusahaan fiktif yang menerima kredit dari Bank Jatim Cabang Jakarta,” terang Alfian. SDP sebelumnya telah dipanggil sebanyak lima kali oleh Kejaksaan Tinggi DKJ untuk dimintai keterangan, namun selalu mangkir dan melarikan diri. Akibatnya, penyidik menetapkannya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kronologi Penangkapan dan Penggeledahan Alfian menjelaskan, penyidik menduga SDP berada di Gunungkidul setelah keberadaannya tidak ditemukan di alamatnya di Pesanggrahan, Jakarta. Kejati DKJ kemudian meminta bantuan Kejaksaan Negeri Gunungkidul untuk melakukan penangkapan dan penggeledahan. Pada Minggu pagi, tim gabungan bergerak menuju rumah saudara ipar SDP di wilayah Jeruklegi RT 02/RW 05. Meskipun SDP sempat melarikan diri saat kedatangan petugas diketahui, penggeledahan tetap dilakukan. “Dari penggeledahan di lokasi pertama, ditemukan uang tunai senilai Rp1,07 miliar yang disimpan dalam sebuah koper di dalam kamar,” ungkap Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Surya Hermawan. Selain uang tunai, petugas juga menyita perhiasan, logam mulia, dua unit laptop, serta dua unit mobil jenis Toyota Innova dan Suzuki Ertiga yang diduga milik SDP. Setelah itu, petugas melanjutkan pencarian ke sebuah homestay di Jeruksari, Wonosari, yang baru disewa SDP selama tiga hari dan telah dibayar untuk tiga bulan ke depan. Namun, SDP tidak ditemukan di lokasi kedua ini. “Dari penggeledahan di rumah kedua ini, kami dapati satu buah koper berwarna biru yang disimpan di kamar. Saat dicek oleh petugas, isinya terdapat beberapa sertifikat, buku tabungan dengan nominal ratusan juta, dan BPKB,” tambah Surya. Di lokasi ini, petugas juga menemukan satu unit sepeda motor Beat Street. Penyidikan terus berlanjut hingga malam hari. Informasi terakhir mengarahkan petugas ke wilayah Gedangrejo, Karangmojo. Saat disergap, SDP sempat berusaha kabur, namun akhirnya berhasil diamankan. “Saat ditangkap, pelaku juga membawa uang tunai senilai Rp42 juta. Kemudian langsung dibawa oleh petugas ke Kejati DIY untuk proses pemeriksaan lanjutan,” pungkas Surya.

News

Kecelakaan di Jalan Baron: Satu Pengendara Kritis, Polres Gunungkidul Imbau Waspada

Radio Persatuan – Sebuah insiden lalu lintas serius terjadi di Jalan Baron, tepatnya di Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (15/7/2025) sore. Kecelakaan yang melibatkan dua unit sepeda motor ini menyebabkan seorang pengendara mengalami luka berat di kepala dan harus menjalani perawatan intensif. Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ihwan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AB-3036-BW yang dikendarai oleh Budi Utomo (62) dan membonceng Ngatinah (60), keduanya warga Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Kendaraan kedua adalah sepeda motor Yamaha Fiz R bernomor polisi AA-4156-NB yang dikemudikan oleh Davin Satria Pangestu (18), warga Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul. Menurut Ihwan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 16.50 WIB, saat sepeda motor Yamaha Fiz R yang dikendarai Davin melaju dari arah selatan (Baron) menuju utara (Wonosari). Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Yamaha Vega yang dikendarai Budi Utomo diduga hendak menyeberang dari bahu jalan sebelah barat menuju ke arah selatan (Baron). “Diduga sepeda motor Fiz R melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Karena jarak yang terlalu dekat dan kedua pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraan, akhirnya terjadi tabrakan,” jelas Ipda Ihwan. Dampak Kecelakaan dan Kondisi Korban Akibat benturan keras tersebut, Budi Utomo, pengendara Yamaha Vega, mengalami cedera serius pada bagian kepala dan langsung tidak sadarkan diri. Ia segera dilarikan ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Sementara itu, Ngatinah yang dibonceng mengalami cedera kepala ringan namun dalam kondisi sadar. Pengendara Yamaha Fiz R, Davin Satria Pangestu, dilaporkan hanya mengalami luka lecet pada tangan dan kaki, serta juga dalam kondisi sadar. Kedua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian depan. Seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Gunungkidul untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Imbauan Keselamatan dari Kepolisian Menyikapi insiden ini, Ipda Nur Ihwan kembali menekankan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara. “Kami mengimbau kepada para pengendara agar selalu berhati-hati dan waspada. Kendalikan kecepatan kendaraan, terutama di jalur-jalur ramai seperti di wilayah Gunungkidul,” pungkasnya. Pihak kepolisian berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan di Gunungkidul, terutama pada jam-jam sibuk. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga jarak aman saat berkendara demi keselamatan bersama.

News

Bupati Gunungkidul Bongkar Kasus Penipuan Catut Namanya, Pelaku Ditahan

Radio Persatuan – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menunjukkan ketegasannya dalam memberantas kejahatan dengan membongkar langsung kasus penipuan yang mencatut namanya dan merugikan sejumlah warga. Kasus ini kini telah ditindaklanjuti oleh Polres Gunungkidul, yang telah menetapkan seorang pria berinisial BD sebagai tersangka dan menahannya di Mapolres Gunungkidul. Peran Aktif Bupati dalam Pengungkapan Kasus penipuan ini mulai terungkap berkat inisiatif langsung Bupati Endah. Ia menceritakan bahwa dugaan penipuan ini berhasil dibongkar setelah ia mendatangi pelaku di salah satu rumah warga di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, pada Minggu (13/7/2025) malam. Sebelum menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian, Bupati Endah sempat menginterogasi BD secara langsung. “Awalnya saya dihubungi, diinformasikan bahwa orang yang mencatut nama saya sedang berada di Playen. Malam itu juga saya langsung datang dan menanyainya,” ujar Bupati Endah, Senin (14/7/2025). “Dari pengakuannya, memang dia menerima uang untuk masuk ASN, dan uang itu katanya sudah dikembalikan.” Dalam aksinya, BD diketahui mengaku sebagai anggota Polri, bahkan menyebut dirinya sebagai tim sukses dan orang kepercayaan Bupati Endah. Hal ini dilakukannya untuk meyakinkan calon korbannya. “Dia mengaku sebagai tim sukses saya, bahkan menyebut dirinya sebagai orang yang ‘membandari’ saya. Ia berusaha meyakinkan masyarakat bahwa dirinya dekat dengan bupati. Ia juga mengaku anggota Brimob dan bagian dari intelijen negara,” jelas Bupati Endah. Berdasarkan pengakuan saat pertemuan di Ngawu, pelaku diketahui bernama Budi, berasal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur, namun beroperasi di Gunungkidul. Bupati Endah menyoroti dampak serius kasus ini terhadap warganya. “Yang menyedihkan, korbannya warga kita. Ada Pak Dukuh yang mobilnya digadaikan, lalu mobil itu dijual dan dibawa kabur. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. Proses Hukum Berlanjut Kanit Pidsus Satreskrim Polres Gunungkidul, Iptu Andang Patriasmono, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah ditindaklanjuti secara serius. “Sudah kami tindak lanjuti. Saat ini yang bersangkutan telah kami periksa dan gelar perkaranya sudah dilakukan,” kata Iptu Andang saat ditemui di Mapolres Gunungkidul, Senin (14/7/2025). Dari hasil gelar perkara, kasus ini langsung ditingkatkan ke tahap penyidikan dan BD langsung ditetapkan sebagai tersangka. “Setelah naik sidik, kami langsung tetapkan tersangka, dan saat ini pelaku sudah kami tahan,” imbuhnya. Pelaku akan dijerat dengan pasal terkait tindak pidana penggelapan. Namun, Iptu Andang tidak menutup kemungkinan akan ditemukan unsur pidana lainnya seiring dengan perkembangan penyidikan. “Ini masuk penggelapan. Memang sudah ada beberapa warga Gunungkidul yang merasa dirugikan. Tidak menutup kemungkinan akan muncul fakta baru yang terkait dengan pelaku, dan kami terbuka menerima informasi dari masyarakat,” pungkas Iptu Andang. Bupati Endah menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Gunungkidul untuk menindaklanjuti kasus ini.

News

Bupati Gunungkidul Amankan Terduga Penipu Modus ASN, Minta Warga Korban Segera Melapor

Radio Persatuan – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menunjukkan respons cepat dalam membongkar kasus dugaan penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencatut namanya. Sebuah video yang memperlihatkan Bupati Endah menginterogasi terduga pelaku telah viral di media sosial, dan pada Senin (14/7/2025), ia secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Gunungkidul. Video berdurasi 1 menit 17 detik yang diunggah melalui akun Instagram resmi Bupati Gunungkidul, @bupati.gunungkidul, memperlihatkan Bupati Endah berbincang langsung dengan pria yang diduga melakukan penipuan. Unggahan tersebut disertai keterangan, “Alhamdulillah… Pelaku pencatutan nama Bupati Gunungkidul untuk melakukan penipuan kepada masyarakat sudah berhasil diamankan tadi malam. Kepada seluruh warga yang merasa dirugikan atau menjadi korban oleh oknum tersebut bisa segera melapor ke Polres Gunungkidul.” Inisiatif Bupati Bongkar Kasus Bupati Endah menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat inisiatifnya sendiri. Berawal dari informasi yang diterimanya, ia mendatangi lokasi terduga pelaku di salah satu rumah warga di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, pada Minggu (13/7/2025) malam. Di sana, Endah langsung menginterogasi pria yang belakangan diketahui bernama Budi, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur. “Awalnya saya dihubungi bahwa orang yang mencatut nama saya (Bupati Gunungkidul) berada di Playen. Malam itu juga saya langsung datang, saya tanyai, dan menurut pengakuannya memang dia menerima uang untuk masuk ASN dan katanya sudah dikembalikan,” terang Endah usai membuat laporan di Mapolres Gunungkidul. Modus Penipuan yang Meresahkan Terduga pelaku, Budi, di hadapan Bupati Endah sempat mengaku sebagai anggota Polri dan orang kepercayaan Bupati, bahkan mengklaim sebagai anggota Brimob dan bagian dari intelijen negara. Modus ini digunakannya untuk meyakinkan calon korban bahwa ia memiliki koneksi kuat dengan bupati dan bisa menjamin mereka menjadi ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul. “Dia mengaku sebagai tim sukses saya, yang mem-backup saya, dan lain sebagainya. Seolah-olah ingin meyakinkan masyarakat bahwa dia dekat dengan bupati,” ungkap Endah. Bupati Endah menyayangkan bahwa korban penipuan ini justru adalah warganya sendiri, termasuk seorang Kepala Dukuh. “Yang menyedihkan adalah korban yang ditipu justru warga kita. Pak Dukuh pun tertipu, mobilnya digadaikan, bahkan ada yang sampai dijual dan dilarikan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya. Serahkan Penanganan ke Polres dan Imbauan Kewaspadaan Dengan diserahkannya terduga pelaku ke Polres Gunungkidul, Bupati Endah menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polres Gunungkidul,” imbuhnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya kepada janji-janji yang tidak masuk akal, terutama terkait dengan rekrutmen ASN. “Kalau ada indikasi penipuan, segera laporkan ke Polres,” pungkas Endah, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan tindak pidana. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan berkedok rekrutmen ASN yang sering kali menjanjikan kemudahan dengan meminta imbalan sejumlah uang.

News

Desa Wisata Nglanggeran: Potensi Mendunia Terganjal Infrastruktur Dasar dan Kualitas SDM

Meski menyandang predikat salah satu desa wisata terbaik di dunia, Desa Wisata Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul, masih bergulat dengan tantangan fundamental yang menghambat laju pengembangannya. Akses jalan yang rusak parah dan sinyal komunikasi yang lemah menjadi sorotan utama, menyusul kunjungan kerja Komisi B DPRD DIY pada Rabu (9/7/2025) untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat setempat. Pengakuan internasional sebagai desa wisata unggulan seolah kontras dengan realitas di lapangan. Infrastruktur dasar yang belum memadai ini dikhawatirkan dapat menghambat potensi pariwisata Nglanggeran yang dikelola sepenuhnya secara mandiri oleh masyarakat. Mursidi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, menjelaskan bahwa seluruh aspek operasional desa wisata, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga pemandu wisata, sepenuhnya ditangani oleh warga. “Yang kami kelola bukan hanya Gunung Api Purba, tapi yang lebih penting adalah pengelolaan SDM,” tegas Mursidi. Ia menambahkan, selain masalah akses jalan dan penerangan, terutama dari Kalipentung menuju Nglanggeran, desa ini juga kekurangan pemandu wisata yang menguasai bahasa asing. Senada dengan Mursidi, anggota Pokdarwis Sugeng Handoko menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur pendukung seperti listrik yang sering padam dan sinyal komunikasi yang belum merata. “Sebagai desa wisata percontohan, kami juga berharap ada peningkatan akomodasi seperti hotel, serta kebijakan yang mendukung promosi produk lokal seperti cokelat khas Nglanggeran,” ujarnya. Sugeng juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan sektor swasta untuk menjamin keberlanjutan pariwisata di Nglanggeran, salah satunya dengan mendorong hotel-hotel di DIY untuk menggunakan produk cokelat lokal. Menanggapi keluhan tersebut, Anggota Komisi B DPRD DIY, Ismail Ishom, mendorong agar semua usulan disampaikan dalam bentuk proposal resmi. “Silakan usulkan secara resmi dalam bentuk proposal. Nanti akan kami kawal dan dorong agar bisa masuk dalam pembahasan anggaran di DPRD,” janji Ismail. Ia juga menyatakan apresiasinya terhadap Nglanggeran yang telah meraih predikat desa wisata terbaik dunia dan menegaskan kehadiran Komisi B sebagai bentuk dukungan konkret. Dukungan serupa datang dari anggota Komisi B lainnya, Imam Priyono D. Putranto. Imam menegaskan bahwa semua masukan dari Pokdarwis dan pengelola desa wisata akan diperhatikan dan diperjuangkan. “Tentu kami minta semuanya diajukan dalam bentuk proposal agar lebih mudah masuk dalam skema pembiayaan daerah, terutama untuk peningkatan infrastruktur, akses jalan, hingga SDM pemandu wisata,” pungkas Imam. Kunjungan DPRD DIY ini diharapkan dapat menjadi momentum krusial bagi Desa Wisata Nglanggeran untuk mengatasi kendala infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, sehingga potensi besar pariwisata yang dimiliki dapat terwujud sepenuhnya.

News

Dari Tradisi ke Inovasi: Petik Laut Sadeng Sukses Pererat Solidaritas dan Ekonomi Lokal

Tradisi Petik Laut yang digelar oleh nelayan dan masyarakat di Pantai Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, pada Rabu (9/7/2025) tak hanya menjadi perwujudan rasa syukur atas melimpahnya hasil laut, namun juga sebagai motor penggerak ekonomi dan perekat solidaritas di wilayah tersebut. Perayaan tahunan ini sukses menarik perhatian, termasuk kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang turut serta dalam kemeriahan acara. Kirab Budaya dan Simbol Kemakmuran Prosesi Petik Laut diawali dengan kirab budaya yang megah, menampilkan kekayaan tradisi lokal. Rombongan kirab, dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, bergerak dengan kereta kencana yang diiringi oleh dua gunungan berisi hasil bumi seperti sayuran, tumpeng megono, bunga tujuh rupa, dan bahkan seekor kambing – semuanya dikumpulkan dari swadaya para nelayan. Partisipasi rombongan dari instansi pemerintah, nelayan, dan masyarakat umum menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya ini. Setibanya di panggung utama dekat dermaga Pantai Sadeng, gunungan-gunungan tersebut menjadi pusat perhatian dalam doa bersama atau kenduri. Ritual ini tak hanya sakral, namun juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Peran Petik Laut dalam Peningkatan Produktivitas Ketua Panitia Penyelenggara, Parmin, menegaskan bahwa Petik Laut adalah agenda tahunan yang tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pantai Sadeng. “Petik Laut atau Sedekah Laut di Pantai Sadeng sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan satu kali dalam setahun,” ujarnya kepada awak media. Parmin juga menjelaskan bahwa rangkaian acara Petik Laut telah dimulai sepekan sebelumnya, meliputi berbagai kegiatan seperti lomba voli dan pertunjukan kesenian campursari, yang semuanya bertujuan untuk memeriahkan dan mempersiapkan puncak acara berupa larungan sesaji. Setelah doa bersama, kedua gunungan yang sarat makna tersebut dilarung ke tengah laut menggunakan belasan kapal nelayan, melambangkan persembahan kepada laut sebagai sumber kehidupan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyoroti lebih jauh makna tradisi ini. Ia mengungkapkan bahwa Petik Laut mencerminkan kedekatan yang mendalam antara masyarakat Pantai Sadeng dan alam. Mengingat Pantai Sadeng merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Gunungkidul, dengan produksi perikanan tangkap yang terus meningkat (3.123 ton pada 2023 menjadi 3.181 ton pada 2024), tradisi ini memiliki nilai strategis. “Lebih dari itu, Petik Laut mengandung filosofi yang sangat mendalam: menjaga keseimbangan alam, melestarikan budaya, dan mempererat solidaritas antarwarga. Inilah yang menjadi salah satu dasar penting bagi keberlanjutan hidup para nelayan, yang dari waktu ke waktu semakin membutuhkan perhatian kita semua,” tutur Endah. Bupati Endah berharap tradisi semacam Petik Laut dapat terus dilestarikan. Menurutnya, semangat gotong royong yang tumbuh dari kegiatan ini adalah kunci dalam mendorong peningkatan produktivitas nelayan dan menjaga keberlanjutan sektor perikanan di wilayah tersebut.

Scroll to Top