News

News

Panggung Tuan Rumah Membara: Gunungkidul Pacu Pundi Emas, Ancaman Nyata untuk Tiga Besar PORDA DIY

Radio Persatuan – Kontingen Kabupaten Gunungkidul, sang tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY XVII 2025, kian memanaskan persaingan perebutan medali. Meski sempat terperosok di posisi buncit pada awal perhelatan, perolehan medali emas mereka terus merangkak naik secara signifikan, membuktikan ambisi untuk bangkit dari keterpurukan. Menurut data terbaru dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY per Jumat (12/9/2025) pukul 06.49 WIB, Kabupaten Sleman masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 50 medali emas. Peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dengan perolehan masing-masing 48 dan 47 medali emas. Sementara itu, Gunungkidul masih berada di posisi terbawah, namun dengan raihan 14 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu, mereka menunjukkan performa impresif. Ketua Pelaksana PORDA XVII, Agus Mantara, mengakui bahwa dominasi tiga besar sempat membuat Gunungkidul tertinggal jauh. Namun, sejak upacara pembukaan, para atlet tuan rumah seolah mendapat suntikan semangat baru. “Setelah opening ceremony, prestasi atlet kami terus meningkat. Pundi-pundi medali emas kami terus bertambah,” kata Agus. “Kami yakin Gunungkidul bisa mengantongi 45 medali emas dan finis di peringkat ketiga.” Optimisme tersebut didukung oleh potensi besar dari beberapa cabang olahraga unggulan Gunungkidul. Dari 14 medali emas yang sudah terkumpul, dua di antaranya disumbangkan oleh cabor Shorinji Kempo dan jalan cepat. Sementara itu, Agus meyakini cabor seperti panahan, menembak, atletik, dan woodball akan menjadi lumbung medali tambahan. “Klasemen dan perolehan medali masih bisa berubah drastis karena pertandingan masih akan berlangsung hingga 18 September,” imbuh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto. Dengan total 56 cabang olahraga dan lebih dari 100 nomor pertandingan yang masih akan dilombakan, kejutan dari kontingen tuan rumah bisa jadi ancaman nyata bagi dominasi Sleman, Bantul, dan Yogyakarta. Mampukah Gunungkidul mewujudkan target ambisius mereka dan merangsek naik ke jajaran tiga besar?

News

Reformasi PPDS Kemenkes: Menkes Budi Tekankan Tata Kelola Bersih dan Standar Internasional

Radio Persatuan – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rencana besar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mereformasi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dalam sebuah acara di Jakarta, Menkes Budi menegaskan bahwa reformasi ini bertujuan untuk mengadopsi standar internasional, khususnya dari Amerika Serikat, serta mengatasi masalah biaya dan praktik pungutan liar. Menurut Menkes Budi, salah satu perubahan fundamental adalah pergeseran konsep PPDS dari “kuliah” menjadi “bekerja”. Peserta didik tidak lagi dianggap sebagai mahasiswa, melainkan tenaga profesional yang menjalani pelatihan sambil bekerja. Konsekuensinya, mereka akan menerima gaji dan dibiayai oleh pemerintah, bukan lagi membayar uang kuliah yang mahal. “Spesialis di luar negeri itu tidak ada yang bayar uang kuliah, tapi mereka itu bekerja, bukan kuliah. Sebabnya mereka dibayar, digaji, bukan harus bayar,” kata Menkes Budi. Mengatasi Biaya Mahal dan Praktik Pungli Menkes Budi menjelaskan, selama ini biaya pendidikan yang sangat mahal menjadi salah satu hambatan utama bagi calon dokter spesialis. Dengan konsep baru ini, Kemenkes berharap dapat menekan praktik pungutan liar yang kerap membebani peserta didik dan memastikan tata kelola yang bersih. Setiap peserta PPDS akan memiliki indikator kinerja yang jelas, dan penugasan mereka di rumah sakit pendidikan akan dipantau ketat, mencakup aspek etika, profesionalisme, dan tanggung jawab klinis. Meningkatkan Ketersediaan Dokter Spesialis Menkes Budi juga menekankan bahwa reformasi ini diharapkan dapat mempercepat produksi dokter spesialis di Indonesia. Saat ini, Indonesia menghadapi kebutuhan besar akan dokter spesialis, mencapai 70.000 orang, sementara produksi per tahun hanya sekitar 2.700 orang. “Dengan konsepnya ini, PPDS itu bekerja bukan kuliah, dan saya pastikan tata kelolanya jangan ada biaya-biaya yang tidak resmi,” pungkas Menkes Budi. Reformasi ini menandai langkah strategis Kemenkes dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga medis spesialis di tanah air, sekaligus menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan transparan.

Uncategorized

Penipuan Jual Beli Perusahaan: Pengusaha Konveksi Rugi Miliaran, Terdakwa Gunakan Dalih Agama

Radio Persatuan – Seorang pengusaha konveksi di Kabupaten Bantul, Abi Husni, mengalami kerugian fantastis setelah tertipu hingga Rp 2 miliar. Korban mengaku diperdaya oleh terdakwa berinisial YAM, yang bahkan menggunakan dalil agama untuk memuluskan aksinya. Kasus penipuan yang telah dilaporkan ini kini sedang bergulir di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Kasus ini bermula ketika YAM, terdakwa, menawarkan diri untuk membeli perusahaan konveksi milik Abi Husni senilai Rp 2 miliar. Abi yang terbuai janji dan rayuan pelaku akhirnya menyetujui transaksi tersebut. Sebagai tanda jadi, terdakwa memberikan uang muka sebesar Rp 50 juta. Namun, alih-alih melunasi pembayaran, terdakwa justru meyakinkan korban untuk mengalihkan akta perusahaan terlebih dahulu. Dalihnya, pengalihan akta itu diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman ke bank. Korban yang sudah terlanjur percaya menuruti permintaan tersebut. “Banyak kalimat dan janji-janji yang dikeluarkan terdakwa kepada saya, makanya saya sangat percaya. Dia bilang punya banyak aset, hanya terkendala uang tunai. Saya termakan omongan itu,” ungkap Abi di persidangan, Selasa (9/8). Setelah akta perusahaan beralih nama, korban hanya menerima uang senilai Rp 450 juta dari total Rp 2 miliar yang dijanjikan. Pembayaran itu pun diberikan secara dicicil. Abi yang berkali-kali menagih sisa pembayaran hanya mendapat beragam alasan dari terdakwa. “Saya baru sadar sudah dibohongi. Uang yang masuk hanya Rp 450 juta, itu pun dicicil. Sisanya tidak pernah dibayar,” tegas Abi. Akibat penipuan ini, perusahaan konveksi yang telah dibangun Abi sejak 2014 beralih tangan ke terdakwa sejak Desember 2022. Meskipun telah berpindah kepemilikan, perusahaan tetap beroperasi dengan omzet mencapai Rp 800 juta. Sayangnya, 30 karyawan perusahaan tidak digaji dan utang kepada para vendor pun tidak terbayarkan. Puncaknya, usaha konveksi itu akhirnya berhenti beroperasi pada April 2023 setelah kontrak sewa tempat habis. Dalam sidang, majelis hakim sempat mempertanyakan keputusan korban yang begitu mudah percaya. “Saya pikir karena sudah percaya, cukup kuitansi saja. Ternyata itu yang jadi senjata dia,” ujar Abi, menyesali keputusannya hanya menerima bukti pembayaran dalam bentuk salinan digital (soft copy). Di sisi lain, kuasa hukum terdakwa YAM, Ariyanto, berpendapat bahwa kasus ini seharusnya tidak sepenuhnya dianggap sebagai tindak pidana penipuan. Ia berdalih, hubungan hukum antara kliennya dan korban perlu dipastikan terlebih dahulu, apakah itu merupakan jual beli atau utang-piutang. “Kalau memang itu utang, harusnya diselesaikan secara perdata, bukan pidana,” ujar Ariyanto. Kasus ini masih terus bergulir di pengadilan, menyisakan kerugian besar bagi korban dan nasib yang tidak jelas bagi puluhan karyawan.

News

Purbaya Yudhi Sadewa: Optimisme dan Tantangan Menteri Keuangan Baru

Radio Persatuan – Menteri Keuangan yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung membeberkan target ambisius untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menargetkan pertumbuhan hingga 8 persen dalam dua sampai tiga tahun ke depan, meskipun mengakui target tersebut sulit tercapai dalam waktu dekat. Dalam pidato perdananya usai dilantik di Istana Negara pada Senin (8/9), Purbaya menegaskan prioritas utamanya adalah membalik tren perlambatan ekonomi yang terjadi belakangan ini. “Sebagai ekonom, target 8 persen di tahun ini agak sulit. Namun, dalam 2-3 tahun ke depan ada peluang untuk mencapainya. Yang terpenting sekarang adalah mengembalikan arah ekonomi ke atas 6 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya. Purbaya mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu perlambatan ekonomi, termasuk ketegangan politik dan demonstrasi yang memengaruhi sentimen publik. Meski begitu, ia menekankan bahwa fundamental ekonomi nasional masih kokoh, dengan permintaan domestik yang mendominasi hingga 90 persen. “Dengan pengelolaan yang baik, kita bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya. Strategi Jangka Pendek dan Tekanan Berat dari PresidenPurbaya mengungkapkan, Presiden menuntut pertumbuhan ekonomi yang agresif agar Indonesia tidak terjebak dalam stagnasi. Ia mengaku merasa terbebani dengan mandat tersebut, namun tetap optimistis dapat mewujudkannya. “Saya deg-degan, berat banget. Tapi strategi-strategi sudah saya siapkan,” tuturnya. Salah satu strategi jangka pendek yang akan ditempuh adalah mempercepat penyerapan anggaran yang selama ini belum berjalan optimal. Ia bahkan membuka opsi untuk membentuk tim khusus percepatan, seperti yang pernah dibentuk pada masa pemerintahan sebelumnya. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai ekonom dan perannya dalam penanganan krisis 2008 serta pandemi COVID-19 2020, Purbaya yakin bisa mengembalikan kepercayaan pasar. “Saya amat tahu bagaimana memperbaiki ekonomi. Jadi Anda tidak usah khawatir, masa depan kita akan cerah,” pungkasnya, mencoba meyakinkan publik dan pelaku pasar.

News

Kabinet Merah Putih Reshuffle, Haedar Nashir Ingatkan Pejabat Baru Hadapi Tantangan Berat

Radio Persatuan – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (8/9/2025). Perombakan kabinet ini dilakukan di tengah sorotan publik yang intens pasca-unjuk rasa dan kerusuhan pada akhir Agustus 2025. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan para pejabat yang baru dilantik akan beratnya tanggung jawab yang diemban. Menurutnya, mereka tidak hanya dituntut untuk menunjukkan kompetensi di bidangnya, tetapi juga harus memiliki integritas moral yang tinggi. “Jabatan baru itu bukan kebanggaan, tetapi amanat yang sangat berat sejalan dengan mandat Asta Cita Presiden dan Konstitusi,” tegas Haedar. Haedar menyoroti bahwa setiap gerak-gerik dan ucapan pejabat publik kini akan dinilai secara sensitif oleh masyarakat. Ia berharap para pembantu presiden tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga mampu menjadi sosok yang bijaksana dan peka terhadap kondisi rakyat. “Jangan menunjukkan sikap tindak yang sembarangan apalagi menyakiti hati rakyat. Belajarlah empati dan peduli pada keadaan serta nasib rakyat yang hidupnya susah,” ujarnya. Dalam pesannya, Haedar juga menekankan agar para pejabat baru mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. “Sisihkan kepentingan diri dan apapun yang dapat mencederai mandat Presiden untuk berkhidmat seutuhnya bagi rakyat,” pungkasnya. Perombakan kabinet ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjawab tantangan dan tuntutan publik yang semakin besar. Dengan dilantiknya wajah-wajah baru, muncul harapan agar kinerja pemerintahan dapat lebih optimal dan selaras dengan aspirasi masyarakat.

News

Ratusan Warga Tambora Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat, Posko Pelayanan Didirikan

Radio Persatuan – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, pada Senin (21/7/2025), menghanguskan setidaknya 70 rumah dan menyebabkan lebih dari 400 warga kehilangan tempat tinggal serta harta benda. Musibah ini berdampak pada empat Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 02, meliputi RT 05, 11, 12, 13, dan 14. Kerugian Material dan Hilangnya Dokumen Penting Data sementara menunjukkan, selain rumah dan harta benda, banyak warga juga kehilangan dokumen-dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), akta kelahiran, ijazah, hingga buku nikah. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka saat berupaya memadamkan api yang cepat menjalar. Respons Cepat Polsek Tambora dengan Posko Pelayanan Menyikapi dampak luas musibah ini, Polsek Tambora Jakarta Barat bergerak cepat dengan mendirikan Posko Pelayanan Bencana Kebakaran. Kapolsek Tambora, Kompol Muhammad Kukuh Islami, menjelaskan bahwa posko tersebut bertujuan mempermudah warga mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang hilang. “Masyarakat bisa langsung mengurus kebutuhan administratif di Balai Warga RW 02 Jalan Duri Utara II, tempat posko kami dirikan,” terang Kompol Kukuh. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam mengurus kembali identitas dan surat-surat berharga mereka. Kronologi Kebakaran dan Tantangan Pemadaman Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.35 WIB ini dengan cepat meluas. Lokasi permukiman yang saling berdempetan menjadi pemicu utama cepatnya api merambat ke bangunan lain. Warga sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera mengerahkan 18 unit mobil pemadam dan 90 personel setelah menerima laporan. Melihat kondisi di lapangan, penambahan kekuatan dilakukan menjadi 29 unit mobil dan 146 petugas pemadam. Proses pemadaman sempat terkendala oleh jauhnya sumber air cadangan dari lokasi kejadian. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dilokalisir sekitar pukul 12.21 WIB.

News

Dua Pelajar Ditangkap Terkait Kerusuhan Aksi Solidaritas Ojol di Godean

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman berhasil mengamankan dua pelaku pengrusakan dan kekerasan yang terjadi saat aksi solidaritas pengemudi ojek online (ojol) di Godean, Sleman, Sabtu (5/7/2025) dini hari. Ironisnya, kedua pelaku yang berinisial BAP (18) warga Caturharjo, Sleman, dan MTA (18) warga Banguntapan, Bantul, masih berstatus sebagai pelajar. Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo, mengungkapkan bahwa kedua pelaku diduga terlibat dalam aksi kekerasan bersama-sama saat aksi solidaritas ojol di Simpang Tiga Bantulan, Sidoarum, Godean, Sleman. “Polri melayani aspirasi dari para driver ojol secara terbuka. Namun dalam aksi tersebut, terdapat sejumlah oknum yang bertindak melampaui batas,” terang Kombes Pol. Edy. Kronologi dan Kerugian Aksi solidaritas pengemudi Shopee Food ini bermula dari kasus pengeroyokan terhadap seorang driver ojol di Godean pada 3 Juli 2025. Pada Sabtu dini hari, ribuan pengemudi ojol mendatangi rumah terduga pelaku pengeroyokan yang mengaku sebagai ‘orang pelayaran’. Sayangnya, aksi solidaritas ini berujung anarkis. Massa melakukan penganiayaan terhadap warga sekitar, melempar batu ke arah petugas kepolisian, dan merusak sejumlah kendaraan. Sebuah mobil dinas jenis Isuzu Panther bernomor polisi 3002-32-XXIV milik Polsek Godean mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran amukan sejumlah oknum ojol. Pelaku Bukan Driver Resmi dan Himbauan Polisi Setelah melakukan penyelidikan, Polresta Sleman mengantongi sejumlah nama terduga pelaku pengrusakan. Namun, sejauh ini baru BAP dan MTA yang berhasil ditangkap. Fakta mengejutkan terungkap bahwa kedua pelaku bukan driver ojol resmi dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Keduanya menggunakan akun ojol milik orang tua dan teman saat ikut dalam aksi solidaritas tersebut. Dalam kasus pengrusakan dan kekerasan ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit sepeda motor, batu, dua buah helm, jaket, dan celana. “Kami mengimbau kepada pelaku lain yang terlibat untuk segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penangkapan paksa,” tegas Kombes Pol Edy.

News

Mantan Kekasih Curi Pakaian Dalam di Bantul, Pelaku Sakit Hati

Seorang pria berinisial T alias Tiyok (37) diamankan polisi setelah terekam kamera CCTV mencuri pakaian dalam di teras rumah mantan kekasihnya, FW (49), di Dusun Mulekan, Kalurahan Tirtosari, Kapanewon Kretek, Bantul. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari, 5 Juli 2025. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa korban FW mengetahui insiden pencurian tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban hendak mengambil pakaian yang sebelumnya ia jemur, namun mendapati beberapa pakaian dalam miliknya hilang. “Setelah memeriksa rekaman CCTV, terlihat jelas ada seorang pria yang mencuri celana dalam wanita,” terang Jeffry pada Senin (7/7/2025). Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, korban mengenali ciri-ciri pelaku. Informasi ini segera ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Kretek yang langsung melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan. Setelah pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kretek, terungkap bahwa motif pencurian ini didasari oleh sakit hati. “Pelaku adalah mantan pacar korban. Alasannya karena sakit hati dan ingin mencari perhatian kembali,” jelas Jeffry. Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kretek untuk proses hukum lebih lanjut.

News

Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Kulon Progo, Satu Pengendara Luka-Luka

Kembang, Kulon Progo – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Milir–Dayakan, tepatnya di barat Tikungan Kembang, pada Selasa siang (24/6/2025). Insiden ini menyebabkan satu pengendara mengalami luka-luka, namun tidak ada korban jiwa. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengonfirmasi kejadian tersebut. Dua kendaraan yang terlibat adalah Yamaha Mio dengan nomor polisi AB-28XX-K dan Honda Beat bernomor polisi AB-20XX-BJ. Pengendara Yamaha Mio diidentifikasi sebagai EW (36), seorang pria warga Sentolo, Kulon Progo. Sementara itu, pengendara Honda Beat adalah AF (19), seorang wanita warga Sewon, Bantul. “Korban [AF] mengalami luka pada kaki kanan dan kiri,” jelas Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi pada Selasa (24/6/2025). Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan terjadi saat Honda Beat melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan Yamaha Mio yang datang dari arah berlawanan (timur ke barat). Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. “Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan,” tambah Sarjoko.

News

Turnamen Mini Soccer Sambut HUT Ke-79 Polri, Polda DIY dan Wartawan Pererat Silaturahmi

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Komunitas Wartawan Jogja (Warjog) sukses menggelar turnamen mini soccer antarwartawan pada Minggu (22/6/2025). Ajang tahunan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Polri. Turnamen yang telah memasuki edisi ketiga ini diikuti oleh 50 wartawan dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan pertama ke gawang oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol. Eddy Junaidi, yang langsung berbuah gol. Brigjen Eddy Junaidi mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan inisiasi dari rekan-rekan media yang tergabung dalam Warjog. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, turnamen ini tidak hanya diikuti oleh Pejabat Utama Polda DIY, tetapi juga para Kapolresta dan Kapolres se-DIY turut bertanding,” ujarnya. Ia menekankan bahwa turnamen mini soccer bertajuk ‘Bal-balan Sareng Polisi’ ini bukan sekadar ajang olahraga dan penerapan gaya hidup sehat, melainkan juga bukti eratnya silaturahmi dan soliditas antara jajaran Polda DIY dengan rekan-rekan wartawan. Wakapolda berharap, melalui turnamen ini, kerja sama yang telah terjalin dengan media semakin solid di masa mendatang. Ia juga berencana berkoordinasi dengan Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, untuk menjajaki peluang kerja sama lainnya. “Pesan saya, jangan terlalu serius bermain, santai saja. Saya ingatkan jangan sampai ada cedera sekecil apapun demi sukses dan lancarnya acara ini,” tegasnya. Ketua Pelaksana Turnamen, Fauzan Ahmad Hardono, yang merupakan wartawan JogjaTV, menyampaikan terima kasih atas dukungan Polda DIY dalam penyelenggaraan turnamen yang sudah ketiga kalinya ini. Dua turnamen sebelumnya juga sukses digelar pada tahun 2024. “Tahun lalu, kerja sama antara Polda DIY dan rekan-rekan Warjog sangat efektif. Ini dibuktikan dengan dilibatkannya teman-teman dalam pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan,” ungkap Fauzan. Mewakili komunitas Warjog, Fauzan berharap kerja sama dan soliditas yang telah terbentuk dengan jajaran Polda DIY akan semakin erat. Ia juga mengapresiasi kehadiran 50 wartawan yang meluangkan waktunya untuk bertanding. Baginya, kekompakan sesama wartawan harus terus terjalin dengan harapan akan melahirkan pertukaran ide dan gagasan yang berujung pada peluang-peluang ekonomi baru. Sebelum turnamen utama yang mempertemukan semua awak media dalam empat grup (A, B, C, D), tim Polda DIY melawan tim Warjog dalam pertandingan pembuka. Dalam durasi 2×10 menit, tim Polda DIY berhasil mengalahkan tim Warjog dengan skor 4-1. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, berhasil menyarangkan dua gol dalam laga tersebut. Turnamen utama yang menggunakan format empat tim bertemu di setiap grup, mencapai puncaknya pada partai final yang mempertemukan tim A melawan tim B. Pertandingan berakhir imbang 2-2 di waktu normal, sehingga dilanjutkan dengan adu penalti dengan format tiga penendang. Kiper tim A, Christian Yanuar (Sorot.com), tampil gemilang dengan berhasil memblok dua tendangan penalti tim B. Sementara itu, dua penendang tim A tidak berhasil menjebol gawang tim B yang dikawal oleh Yohanes Angga (Hariane.com). Dengan kedudukan imbang, pemenang ditentukan melalui satu tendangan penalti tambahan. Meskipun sempat terlihat ragu, algojo tim A, Azka Ramadhan (TribunJogja), berhasil membawa timnya meraih juara pertama setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti penentu.

Scroll to Top