info bantul

News

Modus Penipuan “Petugas Pajak” Kuras Rekening Guru MTs di Bantul, Korban Rugi Rp 69 Juta

Radio Persatuan – Seorang guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Pleret, Bantul, harus menelan kerugian hingga Rp 69 juta setelah menjadi korban penipuan dengan modus mengaku sebagai petugas pajak. Pelaku berhasil menguras dua rekening korban setelah memancingnya untuk melakukan panggilan video (video call) dengan fitur berbagi layar (screen sharing) dan melihat informasi m-banking korban. Korban, EW (49), warga Wirobrajan, Kota Yogyakarta, menuturkan bahwa kejadian bermula pada Kamis (24/7/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, saat ia sedang mengajar di sekolahnya. Ia menerima panggilan telepon dari seorang perempuan yang mengaku berasal dari Kantor Pajak. “Perempuan yang mengaku dari Kantor Pajak itu menelepon terkait keperluan pembaruan nama Koperasi Apikri,” terang Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry kepada awak media, Senin (28/7/2025). Setelah percakapan awal, pelaku perempuan tersebut menyambungkan telepon kepada seorang teman laki-lakinya. Pria itu kemudian mengarahkan korban untuk mengunduh aplikasi mencurigakan bernama “Coretax”. Kemudian, pelaku laki-laki kembali menyambungkan telepon kepada teman perempuannya. Saat itulah, korban diminta untuk melakukan video call dengan mode berbagi layar. Tanpa disadari korban, perintah ini menjadi jebakan awal. Dalam video call tersebut, kedua pelaku meminta korban untuk menunjukkan aplikasi m-banking miliknya. Melalui fitur berbagi layar, pelaku dapat melihat dengan jelas seluruh informasi yang ada di m-banking korban. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. “Karena video call itu terlapor bisa melihat m-banking milik korban dan menguras dua rekening hingga korban mengalami kerugian Rp 69.150.000,” jelas AKP Jeffry. Menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan, EW segera melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Bantul. AKP Jeffry memastikan bahwa laporan korban telah diterima, dan pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus penipuan ini serta menangkap para pelaku. Sumber: detik.com

News

Stadion Sultan Agung Siap Gelar Derby IHR 2025: Pacuan Kuda Nasional Paling Bergengsi dan Hiburan Keluarga

Radio Persatuan – Stadion Sultan Agung di Bantul akan kembali menjadi saksi bisu gelaran akbar balap kuda paling bergengsi di Tanah Air, Triple Crown Indonesia Horse Racing (IHR) Derby 2025. Ajang puncak penentuan gelar Triple Crown Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, mempertemukan 156 kuda terbaik dari seluruh penjuru Nusantara untuk memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp1,2 miliar. Aseanto Oudang, CEO & Co-Founder SARGA.CO, penyelenggara acara, menegaskan pentingnya IHR-Indonesia Derby sebagai salah satu kejuaraan utama dalam kalender pacuan kuda 2025. “Kami sangat bersemangat dalam mempersiapkan penyelenggaraan event ini,” ujar Aseanto dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7/2025). Ia menambahkan bahwa komitmen mereka tidak hanya untuk menyajikan ajang prestisius dengan suasana yang nyaman dan aman bagi penonton, tetapi juga untuk menyaksikan lahirnya prestasi dan bahkan sejarah baru dalam dunia pacuan kuda Indonesia. Pertarungan Sengit di Berbagai Kelas IHR-Indonesia Derby 2025 akan menampilkan berbagai kelas pertandingan yang menjanjikan persaingan ketat. Beberapa kelas yang akan dipertandingkan antara lain: Fokus utama akan tertuju pada tiga kelas paling bergengsi: Kelas 3 tahun derby (2.000 meter), Kelas 3 tahun remaja (1.600 meter), dan Kelas 2 tahun pemula A/B (1.400 meter). Sorotan khusus akan diberikan kepada kuda King Argentine yang akan berjuang untuk meraih gelar juara untuk ketiga kalinya di kelas utama, menambah tensi dan drama di lintasan. “Dengan turut sertanya kuda-kuda dan joki-joki terbaik Indonesia, kami yakin IHR-Indonesia Derby 2025 akan menjadi ajang pertarungan yang sengit dan bergengsi,” tutur Aseanto. Ia berharap ajang ini tak hanya menjadi tontonan menarik bagi komunitas pecinta kuda, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Pacuan Kuda Bertabur Hiburan Tak hanya balapan kuda, IHR-Indonesia Derby 2025 juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan hiburan bagi penonton. SARGA.CO telah menyiapkan program Family Fun Day yang akan berlangsung bersamaan dengan ajang balap kuda. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas keluarga, mulai dari lomba menggambar untuk anak-anak, wahana permainan (children playground), bazar seni dan kerajinan, festival kuliner, hingga berbagai games berhadiah. Sebelum puncaknya pada Minggu, 27 Juli 2025, SARGA.CO akan menggelar Sarga Festival pada Sabtu, 26 Juli 2025, di lokasi yang sama. Dengan konsep pesta kebun, Sarga Festival akan mengajak pengunjung untuk berpiknik santai sambil menikmati penampilan musik dari band-band ternama seperti Appolo 10, Arash Buana, Banda Neira, Batas Senja, Last Child, Masdddho, Nadhif Basalamah, dan Voxxes. Perpaduan antara kompetisi pacuan kuda kelas dunia dan hiburan keluarga ini diharapkan dapat menarik ribuan pengunjung ke Stadion Sultan Agung, menjadikan IHR-Indonesia Derby 2025 sebagai salah satu event olahraga dan hiburan yang tak terlupakan di Bantul.

News

Warga Kota Yogyakarta Tertangkap Buang Sampah Sembarangan di Bantul

Radio Persatuan – Dua warga Kota Yogyakarta diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (24/7/2025). Keduanya kedapatan membuang sampah sembarangan di wilayah Bugisan, Bantul. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan CCTV yang dipasang oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul di sejumlah titik rawan pembuangan sampah liar. Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul, Jati Bayu Broto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam terhadap pola dan pelaku pembuangan sampah sembarangan sebelum melancarkan OTT. “Setelah pemasangan CCTV dari Diskominfo, lalu dilakukan kajian terhadap pola dan pelaku pembuangan sampah sembarangan. Kemudian, tadi malam kami tindak lanjuti dengan OTT terhadap pelaku pembuang sampah. Hasilnya, ada dua orang yang diamankan di wilayah Bugisan,” ungkap Jati. Dalam pemeriksaan awal, kedua pelaku yang merupakan warga Kota Yogyakarta mengaku terpaksa membuang sampah di Bantul lantaran kesulitan mencari tempat pembuangan sampah (TPS) resmi di wilayah Kota Yogyakarta. Pengakuan ini menyoroti permasalahan aksesibilitas pengelolaan sampah yang mungkin dihadapi oleh sebagian warga. Menanggapi hal tersebut, Jati Bayu Broto menegaskan bahwa kedua pelaku akan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami juga punya barang bukti yang kuat untuk menindaklanjuti mereka di sidang yustisi,” tegas Jati, menambahkan bahwa sidang yustisi akan dilaksanakan untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya pelanggaran serupa. Satpol PP Bantul menyatakan akan terus gencar melakukan penindakan serupa di lokasi-lokasi lain yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan mendisiplinkan masyarakat.

News

Misteri Kematian Diplomat Arya Daru Kian Pekat: Komnas HAM Pilih Rahasiakan Hasil Pertemuan dengan Keluarga

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali menyoroti kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, dengan kunjungan tertutup ke kediaman keluarga almarhum di Banguntapan, Bantul, Rabu (23/7/2025). Namun, pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut justru menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, memicu spekulasi mengenai alasan Komnas HAM menahan informasi. Kedatangan rombongan Komnas HAM, yang terpantau tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan meninggalkan lokasi pada 13.26 WIB, menjadi pusat perhatian. Sayangnya, harapan publik akan transparansi mengenai perkembangan kasus ini pupus saat Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menolak memberikan rincian hasil pertemuan. Anis Hidayah hanya menyatakan bahwa tujuan kunjungan adalah untuk “meminta keterangan kepada keluarga korban.” Pernyataan singkat tersebut diulanginya beberapa kali, bahkan ketika didesak mengenai adanya temuan baru atau dugaan pelanggaran HAM. “Nanti saja, itu dulu. Nanti akan kami sampaikan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa informasi lebih lanjut akan diumumkan pada waktunya. Keengganan Anis untuk menjelaskan secara spesifik hal-hal yang didalami Komnas HAM, termasuk siapa saja anggota keluarga yang dimintai keterangan, menimbulkan tanda tanya besar. Di sisi lain, keluarga almarhum Arya Daru juga memilih bungkam. Mertua almarhum, Prof. Basu Swastha Dharmmesta, yang menemui wartawan, menyampaikan permohonan maaf. “Mohon maaf sekali lagi. Kami benar-benar lelah, lahir dan batin,” ujarnya, mengisyaratkan beban berat yang ditanggung keluarga di tengah sorotan publik dan proses penyelidikan yang berjalan. Sikap tertutup dari kedua belah pihak, baik Komnas HAM maupun keluarga, menimbulkan pertanyaan krusial: mengapa informasi ditahan dari publik? Apakah ada temuan sensitif yang berpotensi memicu kontroversi? Atau, apakah ini bagian dari strategi penyelidikan yang memang mengharuskan kerahasiaan? Publik menanti penjelasan lebih lanjut dari Komnas HAM, mengingat kasus kematian seorang diplomat muda memiliki implikasi yang luas dan sensitif. Transparansi Komnas HAM dalam kasus ini akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak HAM.

News

Desakan Transparansi Menyelimuti Kasus Kecelakaan Maut di Parangtritis, Oknum TNI Diduga Terlibat

Radio Persatuan – Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang warga di Jalan Parangtritis KM 24, Bantul, pada Kamis pagi (17/7), terus bergulir. Insiden tragis yang menimpa Yuli (36), warga Parangtritis, ini mencuat ke publik setelah informasi awal diunggah oleh akun Instagram @Merapi_Uncover. Sorotan tajam kini diarahkan pada dugaan keterlibatan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai pengemudi mobil Nissan X-Trail berpelat nomor AA 1262 V yang menabrak korban. Dugaan ini mengemuka seiring dengan desakan dari sejumlah pihak agar penanganan kasus dilakukan secara profesional dan transparan. Jogja Police Watch (JPW) melalui Kepala Divisi Humasnya, Baharuddin Kamba, menyatakan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Lebih dari itu, JPW menyoroti serius dugaan keterlibatan anggota TNI dan menuntut akuntabilitas penuh dari pihak kepolisian. “Kami mendorong Satlantas Polres Bantul untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Publik berhak tahu dan harus ikut mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Kamba pada Selasa (22/7). Menurut JPW, siapa pun yang terlibat dalam insiden maut tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Jika hasil penyelidikan membuktikan keterlibatan anggota TNI, maka berkas perkara harus diserahkan ke Kodim 0729/Bantul dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada Denpom IV/2 Jogja sesuai prosedur yang berlaku. “Transparansi dalam proses hukum ini penting agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan. Perlindungan terhadap saksi-saksi juga harus dijamin. Bila perlu, mereka bisa mengajukan permohonan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menghindari intimidasi maupun intervensi,” tambah Kamba, menekankan pentingnya menjamin hak-hak korban dan saksi. Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, memastikan bahwa kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. “Kasus laka tersebut sekarang masih kami tangani di Polres Bantul,” ujarnya singkat. Desakan agar proses hukum berjalan terbuka dan tanpa pandang bulu, termasuk jika pelakunya berasal dari institusi militer, menjadi fokus utama dalam kasus ini. Publik menanti kejelasan dan keadilan atas meninggalnya Yuli, dengan harapan tidak ada impunitas bagi pihak yang berwenang.

News

Motor Trail Relawan PMI Digasak Maling di Markas Sendiri, Kerugian Capai Rp37 Juta

Radio Persatuan – Sebuah sepeda motor trail Honda CRF bernomor polisi AB 2919 BP milik seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul raib digondol maling dari area parkir Kantor PMI Kabupaten Bantul. Insiden pencurian yang terekam kamera CCTV ini menimbulkan kerugian sekitar Rp 37 juta bagi korban. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut. Korban, Dafid Andrias Andrianto (25), warga Timbulharjo, Sewon, Bantul, mengetahui motornya hilang saat hendak pulang kerja usai menjalani piket siang. Menurut Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, Dafid tiba di kantor PMI pada Minggu (20/7) sekitar pukul 13.30 WIB dan memarkirkan motornya di area parkir Unit Transfusi Darah (UTD) PMI sebelum menuju ruang jaga. Kejadian pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, seorang satpam PMI Bantul mendengar suara motor melaju kencang keluar dari area parkir. Karena merasa curiga, satpam tersebut kemudian mendatangi Dafid untuk menanyakan siapa yang keluar dengan terburu-buru. “Saat itu satpam tanya ke korban, motor siapa tadi yang keluar dari parkiran dengan kencang. Korban tidak tahu karena tidak ada relawan yang keluar saat itu,” terang AKP Jeffry, Selasa (22/7/2025). Kecurigaan berubah menjadi kenyataan pahit ketika Dafid mendapati motornya sudah tidak ada di tempat parkir saat ia bersiap untuk pulang. Pengecekan rekaman CCTV kemudian mengonfirmasi bahwa motor Dafid telah dicuri oleh orang tak dikenal. Atas kejadian ini, Dafid Andrias Andrianto telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polres Bantul. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pencurian motor relawan ini. Sumber: detik.com

News

Mobil Avanza Tabrak Sembilan Motor Parkir di Sanden, Satu Warga Terluka

Radio Persatuan – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Dusun Pucanganom, Kalurahan Murtigading, Kapanewon Sanden, Bantul, pada Senin (21/7/2025) pagi. Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak sembilan sepeda motor yang sedang terparkir di pinggir jalan, mengakibatkan satu warga mengalami luka-luka. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi AB 1754 YK, yang dikemudikan oleh Maryono (63), warga Gadingsari, Sanden, melaju dari arah utara menuju selatan. Setibanya di lokasi kejadian, mobil Avanza tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan langsung menabrak deretan sepeda motor yang sedang terparkir di bahu jalan. Nahas, saat kejadian berlangsung, Bayu Krismanto (27), warga Caturharjo, Pandak, yang sedang memarkirkan kendaraannya, turut menjadi korban. Ia terpental hingga masuk ke dalam sungai akibat benturan tersebut. “Jumlah kendaraan yang terlibat ada sembilan. Untuk korban hanya mengalami luka ringan,” jelas Jeffry. Bayu Krismanto segera dilarikan ke RS Elisabeth Ganjuran untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, ia hanya mengalami luka ringan. Saat ini, mobil Toyota Avanza dan kesembilan sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan di Mapolsek Sanden sebagai barang bukti. AKP Jeffry menegaskan bahwa kasus kecelakaan ini sedang dalam penanganan petugas kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

News

Diplomat Muda Kemenlu Ditemukan Tewas Misterius di Menteng, Wajah Terlilit Lakban

Kabar mengejutkan datang dari kalangan diplomat Indonesia. Arya Daru Pangayunan (39), seorang diplomat fungsional muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, ditemukan meninggal dunia secara misterius di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) pagi. Penemuan jasad lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi sorotan lantaran wajahnya ditemukan dalam kondisi terlilit lakban, memicu dugaan adanya tindak pidana di balik kematiannya. Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus ini dengan serius, mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi. Penemuan jenazah Arya Daru Pangayunan dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, setelah istrinya tak dapat menghubungi korban dan meminta bantuan penjaga kos untuk memeriksa keberadaannya. Kronologi Penemuan dan Upaya Penyelidikan Menurut Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, istri korban sempat berupaya menghubungi Arya pada Subuh hari, namun teleponnya tidak aktif. Khawatir, sang istri kemudian menghubungi penjaga kos dan meminta untuk mengecek kamar Arya. Penjaga kos yang mendatangi kamar dan mengetuk pintu namun tak mendapat respons, akhirnya memutuskan untuk membuka paksa kamar tersebut. Di sanalah jenazah Arya ditemukan dengan kondisi yang mengindikasikan adanya kejanggalan. Usai penemuan tersebut, jenazah Arya segera dievakuasi ke RSCM untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa tim Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang menganalisis seluruh keterangan saksi, rekaman CCTV, dan barang bukti lainnya, termasuk lakban yang ditemukan melilit wajah korban. Pemeriksaan labfor sidik jari pada lakban juga tengah dilakukan untuk mencari petunjuk lebih lanjut. “Kami menunggu hasil juga dari labfor untuk pemeriksaan yang sisa lakbannya dan sidik jarinya segala macam yang tertempel gitu,” terang Kompol Rezha Rahandi pada Rabu (9/7/2025). Jejak Aktivitas Terakhir dan Sosok Arya Daru Berdasarkan rekaman CCTV, Arya Daru Pangayunan diketahui sempat berinteraksi dengan penjaga kos pada malam sebelum ia meninggal, sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB. Ia terlihat menyapa penjaga kos dan mengambil pesanan makanan dari ojek online, kemudian sempat makan di ruang makan kos. Komunikasi terakhirnya dengan sang istri juga tercatat pada pukul 21.00 WIB malam itu, yang disebut sang istri berjalan normal. Di lingkungan pekerjaannya, Arya Daru Pangayunan dikenal sebagai diplomat yang berdedikasi. Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (Dirjen PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa almarhum bertugas menangani perlindungan WNI untuk wilayah di luar Asia Tenggara dan Timur Tengah, termasuk dalam kasus evakuasi WNI di Turki dan Iran, serta pemulangan anak-anak terlantar. Judha juga mengungkapkan bahwa Arya pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang, namun kasus tersebut sudah lama selesai. Pihak keluarga, melalui kakak ipar Arya, Meta Bagus, menggambarkan sosok Arya sebagai pribadi yang supel, ceria, dan tidak pernah mengeluh selama bertugas di Kemlu. Arya merupakan alumnus S-1 Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM angkatan 2005 dan memulai tugasnya di Kemlu sekitar tahun 2014-2015. Selama kariernya, ia pernah mendapat penempatan tugas di Myanmar, Timor Leste, dan Argentina. Menurut keluarga, Arya dijadwalkan akan bertolak ke Finlandia pada akhir bulan Juli ini untuk penugasan selanjutnya. Duka Mendalam dari Keluarga dan Almamater Kepergian Arya Daru Pangayunan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan almamaternya. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Kementerian Luar Negeri RI melalui Jubir Kemlu, Roy Soemirat, menyampaikan belasungkawa dan menegaskan komitmen Kemlu untuk terus memberikan dukungan yang diperlukan dalam proses penanganan kasus ini. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito, menyatakan kehilangan atas sosok alumni berprestasi dari HI Fisipol UGM. Ia juga berharap agar penyebab kematian Arya Daru Pangayunan yang dinilai tidak wajar dapat diusut tuntas demi keadilan dan tanggung jawab negara melindungi warganya. Pada Rabu (9/7) siang, jenazah Arya Daru Pangayunan telah dimakamkan di pemakaman Sunthen, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tempat asal korban. Karangan bunga ucapan belasungkawa terlihat berjejer, termasuk dari Fisipol UGM dan Kementerian Luar Negeri RI, menjadi saksi bisu atas kepergian mendiang diplomat muda ini.

News

Polres Bantul Siap Tilang Pengendara Nakal dalam Operasi Patuh Progo 2025

Kepolisian Resor (Polres) Bantul akan menggelar Operasi Patuh Progo 2025 mulai 14 hingga 27 Juli mendatang. Razia skala besar ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat di jalan raya. Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang optimal. “Meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas adalah kunci untuk menciptakan Kamseltibcar lantas yang aman, nyaman, dan selamat,” ujar AKBP Novita, Jumat (11/7). Operasi Patuh Progo kali ini akan memfokuskan penindakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di wilayah Bantul. Petugas di lapangan akan memberlakukan sanksi tegas, baik berupa teguran lisan maupun tilang elektronik (e-tilang), bagi para pelanggar. Tujuh Pelanggaran Jadi Prioritas Utama AKBP Novita merinci tujuh jenis pelanggaran yang menjadi target utama Operasi Patuh Progo 2025: “Kami berharap seluruh pengendara dan pengemudi di Kabupaten Bantul tidak ada yang melanggar. Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian utama masyarakat demi mengurangi korban kecelakaan lalu lintas,” tutup AKBP Novita.

News

Pria Ngaglik Ditangkap Usai Gasak Puluhan Besi Rambu Lintas di Bantul, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Seorang pria berinisial YP (47) alias Komai, warga Ngaglik, Kabupaten Sleman, harus berurusan dengan polisi setelah nekat mencuri puluhan besi plang rambu lalu lintas di wilayah Bantul. Aksi Komai terbongkar setelah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul melaporkan hilangnya sejumlah rambu dan kerangka baliho yang ditaksir merugikan negara hingga Rp50 juta. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa laporan pencurian diterima pihaknya pada 27 September 2024. Pencurian ini pertama kali diketahui saat petugas Dishub Bantul melakukan pemeriksaan rutin di kawasan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), Dusun Tegalsari, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul. Selain besi rambu, sebuah baliho milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul juga dilaporkan hilang. “Total kerugian akibat pencurian ini ditaksir mencapai Rp50 juta,” ungkap Jeffry pada Jumat (11/7/2025). Setelah menerima laporan, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan intensif. Titik terang didapat pada Kamis (10/7) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika anggota Unit Reskrim Polsek Sanden menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas pemotongan rambu-rambu petunjuk jalan di Jalan Barongan, Imogiri. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dan mendapati seorang pria tengah memotong rambu-rambu menggunakan mobil pikap berpelat merah nomor polisi AB 1045 UB. “Saat diperiksa, identitas dan ciri-ciri pelaku cocok dengan target operasi yang selama ini kami cari,” tegas Jeffry. Pelaku, yang kemudian diketahui adalah YP alias Komai, langsung diamankan bersama mobil pikapnya. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa Komai sengaja mengganti pelat nomor kendaraannya dengan pelat dinas palsu untuk melancarkan aksinya. Komai kini ditahan di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara barang bukti berupa mobil dan peralatan yang digunakan turut diamankan.

Scroll to Top